Gemass 14 April 2022

Kamis, 14 April 2022

~~~~~

πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA

Tersedia dalam apps GKI Layur

http://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~

πŸ—“ Hari 88

Bagian 7 : KEBANGKITAN DAN KEJATUHAN BANGSA ISRAEL

Bacaan hari ini: 2 Samuel 4-8

Ungkapan doa : Mazmur 88

~~~~~

ALKITAB SUARA

🎧 GEMASS – Hari 88

https://drive.google.com/folderview?id=16RXeqGh1sOdpk423XaYCu2ZBt1gxj29I

 

β–Ά Video Tema : MESIAS – Bible Project Indonesia

thebibleproject.com

Saksikan :

 

🌟 2 Samuel 5:12 (TB)

Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umat-Nya.

 

πŸ’‘Tuhan tidak hanya memilih dan menetapkan seseorang untuk rencana-Nya, Ia pun akan memperlengkapi dia dengan kuasa-Nya sehingga orang yang dipilih-Nya itu mampu mengerjakan amanat yang dipercayakan kepadanya. Ketika memilih Daud, Tuhan memperlengkapi dia dengan urapan-Nya.  Bahkan Daud mengalami pengurapan dari Tuhan sebanyak tiga kali.

    Tidak rindukah kita dipakai Tuhan?  Tuhan akan memakai orang-orang yang merespon panggilan-Nya.  Marilah lakukan dengan setia apa pun yang saat ini dipercayakan Tuhan kepada kita meskipun itu ‘kecil’ menurut pemandangan manusia.

 

πŸ™ Doa:

Ya Tuhan, saya mau Tuhan panggil untuk menyatakan apa yang Engkau kehendaki, saya yakin Tuhan mampukan saya. Amin.

~~~~~

Bacaan besok : 2 Samuel 9-12

Ungkapan doa : Mazmur 89

 

Kamis, 14 April 2022

~~~~~

πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022

Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 RAJA-RAJA

 

Bacaan hari ini : 1 Raja-Raja 3:1-15

Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa

~~~~~

BUKTI KASIH SALOMO

 

  Akhir-akhir ini, bahasa plesetan menjadi sangat populer dalam masyarakat Indonesia. Banyak kata plesetan dibuat dan dijadikan bahasa gaul dalam sebuah komunikasi.

Misalnya, NATO (North Atlantic Treaty Organization) diplesetkan menjadi No Action Talk Only (Banyak Bicara Tanpa Bertindak). Orang-orang masa kini banyak yang berteori tanpa mampu mewujudkan apa yang dikatakannya. Apakah Salomo merupakan seorang raja yang dikenal dengan sebutan NATO?

 

  Alkitab mencatat bahwa Salomo mengasihi TUHAN. Hal itu dibuktikannya dengan dua cara, yakni: Pertama, hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud (3). Kedua, ia mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN (3,4). Kurban bakaran ini merupakan wujud dari ibadah, ucapan syukur, bakti, dan persekutuan Salomo kepada TUHAN. Melihat akan ketulusan Salomo, TUHAN menyatakan diri-Nya kepada Salomo di Gibeon. Dalam mimpinya, Salomo melihat bahwa TUHAN ingin memberinya hadiah (5). Dari sekian banyak hal yang bisa diminta olehnya, Salomo hanya minta hikmat TUHAN ada dalam dirinya (6-9). Permintaan Salomo jelas karena ia menyadari bahwa tanpa hikmat TUHAN sulit rasanya dapat menjadi raja yang bijaksana. Hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa Salomo tidak mementingkan diri sendiri, melainkan peduli kepada rakyatnya. Alhasil, TUHAN mengabulkan permintaan Salomo dan TUHAN juga berjanji akan membuat Salomo berumur panjang apabila ia hidup sesuai segala ketetapan dan perintah-Nya (10-14).

 

  Renungkan: Salomo memperlihatkan bahwa dirinya bukan raja NATO. Ia mengasihi Tuhan tidak lewat perkataan saja, tetapi juga dengan tindakan konkret. Apakah kita mengasihi Tuhan? Apa bukti nyata kita mengasihi Tuhan?Apakah kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya? Apakah kita telah menjadi saluran berkat bagi orang lain? Kalau kita mengasihi Tuhan, pasti kita menaati firman-Nya, setia beribadah kepada-Nya, dan mengasihi sesama kita.

 

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Raja-raja

https://www.su-indonesia.org

~~~~~

Bacaan besok : 1 Raja-Raja 3:16-28 – Sebuah Solusi

 

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI

Tahun C

Minggu Paskah I

Kamis, 14 April 2022 

~~~~~

HIDUP YANG MENGASIHI DAN MELAYANI   

~~~~~

Bacaan hari ini:

Keluaran 12:1-14

Mazmur 116:1-2, 12-19

1 Korintus 11:23-26

Yohanes 13:1-7, 31-35

 

Tersedia dalam apps GKI Layur

https://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~

Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 17 April 2022.

 

Keluaran 12:1-14

Penebusan Israel dari perbudakan berakar pada peristiwa Paskah.

Paskah pertama dilaksanakan dengan beberapa ketentuan yang Tuhan perintahkan. Yang terpenting dari Paskah ini adalah darah anak domba yang dioleskan pada tiang pintu rumah umat Allah. Darah ini menjadi penanda bahwa umat Allah akan dilepaskan dari kematian. Paskah adalah kisah keselamatan. Pada era Perjanjian Baru tindakan penebusan dijaminkan melalui kematian Yesus sebagai domba Paskah (1 Kor. 5:7).

Ia menyerahkan nyawa-Nya dan menumpahkan darah-Nya bagi umat-Nya. Kematian Yesus adalah pengorbanan sekali untuk selamanya, yang membebaskan umat-Nya dari penghakiman dan kematian (Ibr. 10:10-14).

 

Mazmur 116:1-2, 12-19

β€œAku mengasihi TUHAN” adalah ungkapan kedekatan dan rasa syukur pemazmur kepada Tuhan. Rasa syukur yang hadir atas kesadaran bahwa pertolongan Tuhan selalu hadir, bahwa Tuhan telah mendengar, datang, membebaskan dan menyelamatkan. Pemazmur kemudian menyampaikan rasa syukurnya dengan tekad terus mempercayai Tuhan, dan orang banyak menjadi saksinya. Bagaimana kita menunjukkan kedekatan dan ungkapan syukur kita kepada Tuhan? Apakah ungkapan syukur kita sudah memberikan kesaksian tentang kebaikan Tuhan kepada banyak orang?

 

▢️ Mazmur 116:1-2, 12-19 – Dino Julianto https://youtu.be/phKJvtV313w

 

1 Korintus 11:23-26

Perjamuan Kudus atau disebut juga dengan Perjamuan Akhir, adalah perjamuan terakhir sebelum Tuhan Yesus menuju salib. Perjamuan Kudus adalah perintah baru yang diperintahkan Tuhan Yesus, guna menjadi tanda dan materai yang berfungsi untuk membuat kita mengingat dan mengerti tentang arti pengorbanan Kristus di kayu salib, serta meneguhkan iman percaya tentang janji keselamatan dan hidup kekal di dalam Kristus. Perjamuan Kudus adalah momen mengalami kembali kasih pengorbanan Kristus yang menyebabkan kita dimampukan untuk bertransformasi menjadi seperti Kristus. Mari, jadikan Perjamuan Kudus menjadi momen mensyukuri keselamatan dari Tuhan dan transformasi diri.

 

Yohanes 13:1-17, 31-35

Tuhan Yesus mempersiapkan para murid untuk menghadapi kematian-Nya dan rasa sakit kepergian-Nya dengan pemahaman dan pengalaman Injil yang lebih dalam. Tuhan Yesus dengan rendah hati membasuh kaki para murid. Tindakan ini menjadi sebuah teladan untuk para murid di masa lalu dan kita masa kini untuk menghormati satu sama lain di atas diri kita sendiri, dan untuk melayani satu sama lain dalam kerendahan hati. Kebesaran kasih dan kerendahan hati Tuhan Yesus bagi kita haruslah menjadi motivasi dan teladan untuk mengasihi sesama.

 

Renungan pelengkap :

https://youtu.be/t9QtZZfTSMchttps://www.ykb-wasiat.org/wasiat

~~~~~

Bacaan besok:

Yesaya 52:13-53:12

Mazmur 22

Ibrani 10:16-25

Yohanes 18:33-40; 19:1-8