Gemass 13 september 2022

: πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*
Tahun C
Bacaan 12 – 18 September 2022

Emoticon :πŸ‘‚

β–« Senin, 12 September 2022: Mazmur 73; Amos 7:1-6; 1Timotius 1:18-20
β–« Selasa, 13 September 2022: Mazmur 73; Yunus 3:1-10; 2Petrus 3:8-13
β–« Rabu, 14 September 2022: Mazmur 73; Ayub 40:6-14, 42:1-6; Lukas 22:31-33, 54-62
β–« Kamis, 15 September 2022: Mazmur 113; Keluaran 23:1-9; Roma 3:1-8
β–« Jumat, 16 September 2022: Mazmur 113; Yehezkiel 22:17-31; Roma 8:31-39
β–« Sabtu, 17 September 2022: Mazmur 113; Yesaya 5:8-23; Markus 12:41-44
β–« Minggu, 18 September 2022, Minggu Biasa-14, MULAI DARI
PERKARA-PERKARA KECIL: Amos 8:4-7; Mazmur 113; 1Timotius

πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*
Tahun C
Minggu Biasa -13
*Senin, 12 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
PERTOBATAN DIRI
MEMBAWA SUKACITA DI SORGA
~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan hari ini:*
Mazmur 73
Amos 7:1-6
1Timotius 1:18-20

_Tersedia dalam apps GKI Layur_
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~~~~~~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 11 September 2022.

*Mazmur 73*
Mungkin terkadang kita berpikir seperti Pemazmur, kenapa orang yang setia ikut Tuhan seringkali terlihat lebih menderita daripada orang fasik yang sepertinya hidup mereka malah terlihat lebih mujur, apalagi kalau mujurnya dalam soal materi. Namun kenapa kita jadi cemburu orang-orang seperti itu? Mungkin jawabannya karena kita masih sering menganggap bahwa kebahagian yang sejati itu berasal dari dunia. Kita menjadikan mereka yang memiliki harta atau segala kesenangan yang ditawarkan dunia sebagai standar kehidupan kita. Namun Pemazmur menyadari, bahwa semua yang ditawarkan dunia itu adalah sementara, dan penghukuman Allah bagi orang-orang fasik itu nyata pada kesudahannya. Kita pun diingatkan bahwa kehidupan ini menjadi berarti bukan dengan harta yang melimpah, melainkan jika kita setia dan dekat kepada Allah saja sampai pada kesudahannya. Karena hanya dari Allah sajalah kehidupan yang bermakna itu dapat ditemukan. Biarpun dalam prosesnya terlihat tidak mudah, namun ingatlah seperti bejana baru akan menjadi kokoh dan indah bila dibakar serta dibentuk sedemikian rupa oleh penciptanya.

*Amos 7:1-6*
Kita seringkali melihat gambar Allah yang terasa kejam di dalam Perjanjian Lama. Allah yang tidak segan untuk memberikan berbagai jenis penghukuman bagi bangsa pilihan-Nya, sebagaimana diperlihatkan juga penghukuman Allah di dalam bacaaan ini. Namun mari mengingat bahwa Allah menghukum bukan tanpa sebab, melainkan hukuman ada karena bangsa pilihan-Nya itu seringkali melanggar perjanjian yang sudah dibuat dengan Allah. Amos pun memperlihatkan bagaimana Allah yang menghukum itu bukanlah Allah yang kejam, melainkan Allah yang menyesali setiap hukuman-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya lewat setiap penghukuman yang Allah hadirkan, di sana Allah pun menunjukkan bahwa Dia tetap mengasihi bangsa pilihan-Nya dan sebenarnya sangat rindu agar mereka mau kembali bertobat kepada-Nya. Penghukuman-Nya bukanlah untuk menyiksa, melainkan mempertobatkan dan membentuk umat-Nya agar kembali setia kepada-Nya karena Allah mengasihi orang-orang pilihan-Nya itu.

*1Timotius 1:18-20*
Saat melayani terutama di gereja, kita dapat dengan mudah berkata β€œsaya melayani hanya untuk Tuhan”, namun pada kenyataannya, seberapa banyak perkataan tersebut benar-benar dihidupi di dalam pelayanan kita? Karena pada kenyataannya kita seringkali melayani bukan karena untuk Tuhan, melainkan supaya dilihat dan dipuji oleh orang lain. Paulus pun mengingatkan kepada kita tentang pentingnya seorang pelayan untuk mempunyai iman dan hati nurani yang murni, karena lewat kedua hal itulah Allah bekerja di dalam pelayanan kita. Kita membuka ruang supaya Roh Kudus benar-benar berkuasa membimbing dan memberikan hikmat, sehingga di dalam pelayanan bukan kita yang jadi fokus, melainkan hanya untuk kemuliaan Tuhan saja. Tidak mudah, apalagi jika ada komentar-komentar pedas yang menanti dalam pelayanan kita, namun di dalam segala masalah itulah justru ketulusan hati kita diuji dan dibentuk untuk makin setia melayani Tuhan, apa pun tantangannya.

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok:*
Mazmur 73
Yunus 3:1-10
2Petrus 3:8-13
Selasa, 13 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
πŸ“– *GEMASSreguler 2022* – FIRMAN UNTUK SEMUA
_Tersedia dalam apps GKI Layur_
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ—“ *Hari 240*
*Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH*
*Bacaan hari ini:* Matius 9-10
*Ungkapan doa* : Mazmur 85
~~~~~~~~~~~~~~~

*ALKITAB SUARA*
🎧 GEMASS – Hari 240
https://drive.google.com/folderview?id=12lq4A6H4ZBjPKUEXP43D_dd-gH0U1fdo

🌟 *Matius 10:16* (TB)
_”Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati._

πŸ’‘ Dalam menghadapi ancaman atau tantangan bersikaplah tulus terhadap Tuhan dan manusia, maka Tuhan akan memberikan hikmat untuk mengatasinya.

πŸ™ *Doa:*
Ya Tuhan, berikan aku hati yang tulus, jujur dan berhikmat dalam menghadapi tantangan atau ancaman, sehingga hidupku tidak menjadi batu sandungan. Amin.
~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok* : Matius 11-12
*Ungkapan doa* : Mazmur 86
 πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*
Tahun C
Minggu Biasa -13
*Selasa, 13 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
PERTOBATAN DIRI
MEMBAWA SUKACITA DI SORGA
~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan hari ini:*
Mazmur 73
Yunus 3:1-10
2Petrus 3:8-13

_Tersedia dalam apps GKI Layur_
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~~~~~~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 11 September 2022.

*Mazmur 73*
Pemazmur sempat merasa Allah tidak adil dan membiarkan mereka yang melakukan kejahatan seolah tidak tersentuh dan hidupnya selalu nyaman dan enak. Pemazmur juga merasa sia-sia saja ia menjaga integritas dan hidup seturut dengan standar Tuhan. Namun saat ia menyadari akan kekudusan Allah, ia mulai melihat bahwa mereka itu gampang jatuh setiap saat dan tidak akan bertahan di hadapan Allah. Ia menjadi sadar bahwa bagian yang terbaik dari hidup adalah memiliki dan dimiliki Allah serta tetap hidup untuk kemuliaan Allah.

*Yunus 3:1-10*
Sungguh menarik kisah Yunus. Ia tidak mau sepenuh hati memberitakan firman Tuhan. Tugas yang harusnya dilakukan tiga hari perjalanan, ia hanya lakukan sehari perjalanan. Namun ajaib, ternyata raja dan penduduk bahkan serta ternak semua diajak berpuasa, menyesal, dan berbalik dari semua tingkah yang jahat. Tuhan pun tidak jadi melakukan penghukuman. Jangan tunda-tunda jika Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat.

*2Petrus 3:8-13*
Sebagai orang beriman, kita setia menanti kedatangan Tuhan yang kedua dengan terus mempraktekkan hidup kudus dan berkenan kepada Allah. Jika Tuhan belum datang, itu artinya Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan menghendaki pertobatan dan bermurah hati. Jangan sia-siakan kesempatan ini.

Renungan pelengkap:

DEVOTION


~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok:*
Mazmur 73
Ayub 40:6-14, 42:1-6
Lukas 22:31-33, 54-62
*Selasa, 13 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
πŸ“– *GEMASSplus SH KITAB – 2022*
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi *INJIL YOHANES*

Bacaan hari ini : *Yohanes 3:1-12*
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~~~~~~~~~~
β–Ά Video Pelengkap Bacaan.
Yohanes 3: 1-21 | LUMO Indonesia

*_LAHIR KEMBALI_*

Dosa membuat hati rusak dalam pemberontakan terhadap Allah. Oleh karena itu, penyelesaian masalah dosa tidak cukup dengan menyesali dan meninggalkan dosa melainkan hati yang rusak itu harus diperbarui total.

Itulah yang Tuhan Yesus maksudkan ketika la berkata bahwa seseorang harus dilahirkan kembali untuk dapat diselamatkan (3). Lahir kembali adalah pembaruan hati dari Roh Kudus. Ajaran Tuhan Yesus ini sebenarnya menggemakan nubuat Yehezkiel yang menunjuk pada pentahiran dosa manusia melalui baptisan air dan Roh (ayat 5; lih. Yeh. 36:25-27). Baptisan air adalah lambang pekerjaan Roh Kudus mentahirkan hati seseorang sehingga ia bertobat. Seperti tiupan angin yang bisa dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat oleh mata atau dimengerti oleh pikiran manusia, demikian juga pekerjaan Roh Kudus itu. Walaupun pekerjaan-Nya tidak terlihat karena terjadinya di pusat kehidupan seseorang, tetapi dampak perubahan secara total pada hidup orang itu dapat terlihat (8). Hanya dengan kelahiran kembali oleh Roh Kudus (6b), hidup manusia bisa berkenan kepada Allah, sedangkan hidup dalam sifat dosa (daging, 6a) hanya membuahkan murka Allah.

Akan tetapi, pembaruan Roh Kudus itu tidak dapat dipahami oleh orang-orang seperti Nikodemus (9), karena orang-orang semacam ini tidak menerima dan percaya pada pengajaran Tuhan Yesus (11-12). Hanya mereka yang terbuka pada Yesus dan firman-Nya yang dimampukan mengerti kebenaran Ilahi ini.

Banyak orang yang sering terjebak dalam pandangan sempit seperti yang terjadi pada Nikodemus. Namun kita harus mengingat bahwa perbuatan baik, ikut melayani di gereja, memberi persepuluhan, sudah dibaptis, dan berbagai tanda keagamaan Kristen lainnya tidak menjamin diri pasti selamat. Hanya pembaruan dari Roh Kudus yang dapat membuat seseorang diperkenan Tuhan. Maka marilah kita memeriksa diri, apakah kita sudah dilahirkan kembali dan memiliki hidup yang diperkenan Tuhan?

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes_
https://www.su-indonesia.org

~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok* : Yohanes 3:13-21 – _Menerima karya salib_