Gemass 13 Oktober 2021

GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur

http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~

πŸ—“ Hari 268
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Lukas 2-3
Ungkapan doa : Mazmur 113
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 268
https://drive.google.com/folderview?id=19vVSFeeS642KRCNZZeOOV6UeUVXLj9hE

β–Ά Video Injil Menurut Kitab LUKAS pasal 1-2 – The Bible Project Indonesia
thebibleproject.com
Saksikan :

🌟 Lukas 3:8 (TB)
Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

πŸ’‘Tidak perlu kita bangga dengan hal-hal yang lahiriah. Paling penting adalah tindakan pertobatan yang nyata.

πŸ™ Doa:
Tuhan ajar aku untuk tidak bangga dengan hal lahiriah, tetapi sungguh bertobat dari dosa dan pelanggaranku. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok : Lukas 4-5
Ungkapan doa : Mazmur 114

~~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB INJIL MARKUS

Bacaan hari ini : Markus 10: 17-31
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~

DEMI DAN KARENA KRISTUS

Bila dipandang dari perspektif manusia, keberadaan orang kaya itu pasti mengundang decak kagum orang-orang sekitarnya. Bayangkan saja, orang itu tidak hanya kaya harta duniawi tetapi juga kaya harta surgawi. Bagaimana keberadaan orang tersebut menurut perspektif Yesus? Sungguh di luar dugaan, karena ternyata Yesus mengasihaninya (ayat 21). Menurut Yesus ada satu hal yang tidak dimiliki orang kaya itu, dan satu hal itulah yang justru merupakan hal sentral untuk menjawab pertanyaannya.
 
Untuk melengkapi kekurangan tersebut Yesus memerintahkan orang kaya itu memberi sebagai bukti bahwa ia mengasihi Allah dan sesamanya (ayat 21b). Melalui perintah ini Yesus ingin menunjukkan bahwa segala kepatuhan kepada Allah harus diwujudkan dalam tindakan konkret, yaitu mengikut Yesus. Dalam mengikut Yesus ada satu pola hidup radikal yang harus ditempuh oleh para pengikut-Nya yaitu rela meninggalkan segala sesuatu, dan hidup di bawah kontrol Allah. Ternyata orang tersebut tidak sanggup mengikuti perintah Yesus. Dia lebih mementingkan harta daripada Allah.
 
Mampukah harta memberikan kehidupan kekal? Jangankan hidup kekal, kesehatan atau kebahagiaan saja pun tak mampu diberikan oleh harta! Ada dua hal penting yang harus pengikut sejati Kristus camkan. Pertama, barangsiapa mengerti dan memahami perintah Allah ia akan rela meninggalkan segala sesuatu karena dan demi Kristus. Kedua, barangsiapa tidak mengikut Yesus membuktikan bahwa ia tidak dapat memahami perintah Allah, walaupun semua perintah itu telah dilakukannya sejak masa mudanya.
 
Renungkan: Letak kekayaan dan kesukaan sejati dari orang yang hidupnya tidak terikat pada harta adalah berserah penuh pada Yesus.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
#FaktaAlkitab – LUBANG JARUM
Channel Jawaban

~~~~~~
Bacaan besok : Markus 10: 32-45 – Ada apa dengan Yerusalem

~~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~

πŸ—“ Hari 269
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Lukas 4-5
Ungkapan doa : Mazmur 114
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 269
https://drive.google.com/folderview?id=1AFQjt6a704CNupePYRt7T4URxVHm5hRj

β–Ά Video Injil Menurut Kitab LUKAS pasal 3-9 – The Bible Project Indonesia

🌟 Lukas 5:19-20 (TB)
Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

πŸ’‘ Ketika Yesus melihat kepedulian, kebersamaan dan iman teman-teman si lumpuh itu, maka Yesus menyembuhkan orang yang sakit itu. Perbuatan baik yang keluar dari iman yang sejati akan jadi berkat dan kesaksian bagi orang lain.

πŸ™ Doa:
TUHAN, aku ingin perbuatan baikku bukan dimotivasi mencari pahala, melainkan sebagai buah iman percayaku. Sehingga orang lain datang memuliakan nama-Mu.
~~~~~~
Bacaan besok : Lukas 6-7
Ungkapan doa : Mazmur 115

~~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB INJIL MARKUS

Bacaan hari ini : Markus 10: 32-45
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~
β–Ά Video Pelengkap Bacaan.
Markus 10:32–11:26
LUMO Project Indonesia

ADA APA DENGAN YERUSALEM

Yerusalem, adalah kota yang disebut-sebut Yesus dalam pemberitaan-Nya sebagai kota penggenapan rencana keselamatan Allah. Di kota inilah Yesus akan mati di tangan bangsa-bangsa kafir! Mereka yang menyertai Yesus masuk kota itu cemas. Satu-satunya yang tidak menunjukkan kecemasan dalam rombongan itu hanyalah Yesus. Yesus dengan penuh kerelaan menyadari bahwa Ia harus menderita, dan mati bagi semua orang. Perjalanan menuju Yerusalem adalah perjalanan penuh ketakutan dan penderitaan, tetapi sekaligus perjalanan menuju kemenangan di mana semua tindakan dan karya-Nya mengarah ke salib yang membebaskan kita dari kuasa dosa.
 
Sungguh ironis, sebab di saat para murid cemas, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, melihat kondisi ini sebagai suatu kesempatan untuk mendapatkan kedudukan tinggi, dan tempat terhormat. Namun permintaan mereka dijawab Yesus dengan menjelaskan dua hal. Pertama, cawan yang harus Ia minum. Cawan itu merupakan lambang sukacita (lih. Mzm. 23:5; 116:13), dan dukacita dalam PL (lih. Mzm. 11:6; Yeh. 23:31-34; Yes. 51:17-23; Yer. 25:15; Rat. 4:21). Yesus memakai cawan dalam pengertian terakhir, yaitu bahwa Ia harus minum dari cawan yang berisikan hukuman. Kedua, baptisan. Dibaptis berarti merendahkan diri dengan penuh kepatuhan, mengorbankan diri sendiri (bdk. Luk. 12:50). Melalui kedua gambaran ini jelas bahwa demi Kerajaan itu Yesus harus menderita. Mampukah para murid melakukan hal ini?
 
Melalui penderitaan Kristus, kita mendapatkan teladan pelayanan dan kehidupan kristiani, yaitu melayani dalam kasih, kerendahan hati, penaklukan diri kepada kehendak Allah (bdk. Flp. 2:1-11).
 
Renungkan: Kebenaran Allah menjadi nyata melalui kematian Yesus Kristus, dan belas kasihan Allah kepada kita dinyatakan melalui kurban pengganti yang Allah sendiri berikan.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
PELAYANAN KRISTEN (Markus 10: 35-45) – Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D.

~~~~~~
Bacaan besok : Markus 10: 46-52 – Bartimeus
 πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Minggu biasa 19
Rabu, 13 Oktober  2021
~~~~~~
KELUARGA YANG HIDUP DALAM PEMULIHAN
Bacaan hari ini:
Mazmur 26
Obaja 1:17-21
Lukas 16:19-31
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 10 Oktober 2021.

Obaja 1:17-21
Obaja berkata bahwa Allah akan menyatakan keselamatan kepada orang-orang yang takut akan Dia, yang mengakuiNya sebagai Tuhan. Sion sebagai Mercusuar keselamatan, tempat dimana keselamatan akan datang mula-mula bagi umatNya sendiri setelah melewati masa penghukuman yang panjang kemudian bagi setiap bangsa yang menerima pengajaran dan taat kepadaNya, sedangkan bagi yang keras hati dan melawan seperti sikap Edom akan dimusnahkanNya. Tuhan akan menjadi Raja yang adil dan menyatakan keselamatanNya atas semua orang yang mengakui dan tunduk kepadaNya.

Mazmur 26
Daud seringkali mengingatkan kita bahwa Allah yang Mahatau, satu-satuNya yang mampu melihat kedalaman hati manusia sehingga tidak ada sedikitpun yang tersembunyi luput dariNya. Bahkan ketulusan hati, Daud perhadapkan kepada Tuhan, karena Daud mengenal Tuhan sebagai Hakim yang adil serta maha tau (Maz. 139).
Jika kita hidup dalam kebenaran Tuhan, siapakah akan menjadi Pembela kita ?
Apakah Anda tidak cukup takut dan hormat kepadaNya?

* Lukas 16:19-31*    
Bukan hal yang salah jika seseorang hidup sukses dan berkelimpahan, apalagi semua keberhasilan itu dibangun dengan kejujuran. Namun harus diwaspadai hal-hal yang terabaikan jika kita terbiasa hidup dalam kesenangan. Misalnya kualitas kesehatan karena pola makan tertentu, kekuasaan juga harta dan kemudahan dapat menimbulkan keangkuhan bahkan permusuhan dengan orang lain dsb. Alkitab mengingatkan adanya kecenderungan tidak mempedulikan sesama yang hidup dalam kesederhanaan ketika seseorang terbiasa tinggal dalam buaian kelimpahan, bahkan merendahkannya alih-alih mengasihi mereka.  Kiranya perumpamaan ini dapat mengetuk belas kasihan dan kepedulian kita dengan belajar mengasihi melalui perbuatan kepada sesama yang Tuhan tempatkan di sekeliling kita. Saat ini misalnya banyak orang yang kehidupannya terpuruk sebagai dampak pandemi yang berkepanjangan. Apa yang dapat kita berikan ? Markus 12:44 kiranya dapat menginspirasi tindakan kita.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 91:9-16
Kejadian 14:17-24
Roma 15:7-13