Gemass 13 Juli 2022

Rabu, 13 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~~
πŸ—“ Hari 178
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Yeremia 37-39    
Ungkapan doa : Mazmur 23 
~~~~~
 
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 178
 
🌟 Yeremia 38:3-4 (TB) 
Beginilah firman TUHAN: Kota ini akan pasti diserahkan ke dalam tangan tentara raja Babel yang akan merebutnya.” Maka berkatalah para pemuka itu kepada raja: “Baiklah orang ini dihukum mati! Sebab sebenarnya dengan mengatakan hal-hal seperti itu maka ia melemahkan semangat prajurit-prajurit yang masih tinggal di kota ini dan semangat segenap rakyat. Sungguh, orang ini tidak mengusahakan kesejahteraan untuk bangsa ini, melainkan kemalangan.”
 
πŸ’‘ Malang nasib nabi Yeremia. Ia dituduh melemahkan semangat prajurit. Namun sebenarnya Yeremia telah menyampaikan firman Allah. Sekalipun firman itu tidak menyenangkan, tetapi itulah kebenaran, yang menuntut pertobatan umat-Nya.
 
πŸ™ Doa:
TUHAN, berikanlah aku kepekaan untuk mengenali firman-Mu dan mentaatinya, sekalipun itu pahit dalam kehidupanku. Daripada suara zaman yang menyenangkan namun menjerumuskan ke dalam maut.
~~~~~
Bacaan besok : Yeremia 40-44    
Ungkapan doa : Mazmur 24
 
Rabu, 13 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB 
 
Bacaan hari ini : Ayub 13:1-28
Doa => Baca => Renungkan =>
Bandingkan => Doa
~~~~~
 
KETIKA TIDAK ADA YANG MEMBELA
 
  Pernahkah Anda merasa sendirian menghadapi masalah? Teman dan kerabat tidak bersimpati karena mereka menganggap Anda sendiri penyebab masalah itu. Bahkan Anda merasa Tuhan pun sepertinya tidak peduli.
 
  Dalam ucapan Ayub, kita dapat merasakan adanya kekecewaan dan kemarahan para sahabatnya. Ayub menuduh mereka sebagai tabib-tabib palsu. Semua tuduhan mereka hanyalah dusta (4) dan sebaiknya mereka tutup mulut saja (5). Ayub merasa bahwa teman-temannya memanipulasi nama Allah untuk meneguhkan pandangan mereka akan keberdosaan dirinya (7-8). Oleh sebab itu, Ayub balik mengingatkan para temannya itu bahwa Allah tidak bisa ditipu. Mereka sendiri akan diminta pertanggungjawaban oleh Tuhan atas tuduhan yang tak berdasar itu (9-11). Sesudah menegur keras para sahabatnya, Ayub menantang mereka untuk berhenti berbicara, lalu mendengarkan pembelaan yang akan Ayub buat sendiri di hadapan Allah (12-18).
 
  Nada bicara Ayub terhadap Allah bercampur antara marah, pengakuan iman, permohonan, dan kepahitan. Di satu pihak, Ayub yakin bahwa dirinya benar (22-23). Di lain pihak, Ayub menganggap Allah telah memperlakukannya secara tidak adil (24,26), terlalu keras (25), dan tidak sesuai dengan daya tahan manusia yang terbatas (27). Tidak ada hal lain yang diharapkannya selain keadilan Allah. Allah yang melihat kehidupan Ayub yang tidak bersalah pastilah akan menyelamatkannya. Itulah iman dan keterbukaan Ayub di hadapan-Nya. Ia meminta Allah menyatakan kesalahannya dan tidak hanya berdiam diri (24-25). 
 
  Renungkan: Ketika tidak ada seorang pun memedulikan kita, bahkan Allah sepertinya bungkam, kita sebaiknya mencari wajah-Nya. Manusia bisa salah memahami kita, tetapi Allah yang mahabaik dan sempurna sangat mengenal diri kita. Dialah pembela sejati kita. 
 
Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
 
β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
Tuhan, Apa Salahku? (Ayub 13) | Petrus Kwik | Bible Every Day
~~~~~
Bacaan besok: Ayub 14:1-22 – Kerapuhan Manusia
 
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-4
Rabu, 13 Juli 2022
~~~~~
KASIH ITU SEDERHANA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 25:11-20
Pengkhotbah 9:13-18
Matius 25:31-46
 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 10 Juli 2022.
 
Mazmur 25:11-20
Semua yang diperbuat Allah atas dasar kasih setia kepada umat manusia yang terkandung di dalam FirmanNya, sehingga manusia dapat menikmati kebaikan di dalam kebenaran dan merasakan kesetiaanNya melalui janji-janji yang pasti tergenapi. Walaupun muncul penderitaan-penderitaan namun itu berasal dari dunia yang berdosa, Allah tetap tidak melepaskan manusia dari kasihNya. Dia memberi teladan kepada kita bahwa kasihNya tidak pilih-pilih namun tercurah kepada dunia  walaupun berdosa.
 
Pengkhotbah 9:13-18
Ketika hikmat seseorang memberikan kelancaran dalam menyelesaikan suatu urusan sehingga berhasil dan menjadi berkat bagi orang lain, itu sebenarnya tidak terlepas dari adanya campur tangan Tuhan. Seringkali kita harus mengesampingkan urusan pribadi kita, seperti kebencian, ketidak puasan, sakit hati dll ketika harus bekerjasama dengan orang lain agar Tuhan berkenan kepada usaha kita bersama. Disini Tuhan mengajarkan kita kerelaan hati dan penerimaan dimana pada akhirnya jerih payah usaha kita sering dilupakan demi mengutamakan kepentingan orang lain atau kepentingan bersama agar berkatNya hadir berupa keberhasilan yang terwujud. 
 
Matius 25:31-46
Allah yang maha kudus juga memiliki keadilan kekal. Dia mengampuni dosa dan menerima kembalinya orang yang bertobat namun konsekwensi akibat dosa tetap berjalan. Ini adalah bagian dari didikan dan pengajaran seperti orang tua yang bijaksana kepada anaknya, yang mengajarkan arti perbuatan yang salah. Akan tiba nanti Kristus datang untuk menghakimi semua manusia tanpa terkecuali, sesuai dengan keadaan masing-masing dan hukum yang tertulis di dalam Alkitab. Kiranya kita dapat menghidupi kebenaran dalam diri kita seturut dengan pengajaranNya.
 
Renungan pelengkap:
 
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 15
Kejadian 12:10-20
Ibrani 5:1-6