Gemass 12 Juli 2022

Selasa, 12 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 177
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Yeremia 33-36
Ungkapan doa : Mazmur 22
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 177
https://drive.google.com/folderview?id=19tYq56yYGvCeZd9NAzbZdhef7EenxKWm

🌟 Yeremia 36:23 (TB)
Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu, sampai seluruh gulungan itu habis dimakan api yang di perapian itu.

πŸ’‘ Kita memang tidak membakar Alkitab seperti Yoyakim, namun bisa saja kita tidak menghargainya dalam cara yang lain. Mari mencintai Firman-Nya.

πŸ™ Doa :
Ya Allah, jangan biarkan saya tidak menghargai Firman-Mu, melainkan biarkan saya mencintai Firman-Mu. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Yeremia 37-39
Ungkapan doa : Mazmur 23
Selasa, 12 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB

Bacaan hari ini : Ayub 12:1-25
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

TUNDUK PADA HIKMAT ALLAH

Orang sombong merasa diri pandai dan berhikmat daripada orang lain. Mereka merasa tahu segala sesuatu, sedangkan orang lain tidak tahu apa-apa. Mereka berperilaku sepert itu karena sikap yang suka membandingkan diri dengan orang lain. Seharusnya mereka membandingkan dirinya dengan hikmat Tuhan!

Ayub merasa sikap sok tahu teman-temannya itu membutakan mata mereka dari kebenaran sejati (2). Hikmat sejati tidak menjadikan orang sombong, apalagi menghakimi bahwa orang yang menderita pasti berdosa sehingga patut mendapat hinaan. Sebaliknya, mereka yang sombong telah berlaku fasik dengan menyangka bahwa sikap yang demikian tidak akan dimurkai Allah. Kesombongan mereka semakin menjadi seakan-akan mereka sejajar dengan Allah (2-6).

Ayub mengajak mereka belajar dari dunia ciptaan lainnya. Semua makhluk yang sederhana mengetahui Allah sebagai Pencipta mereka (7-11) apalagi manusia. Bahkan orang tua yang berpengalaman sekali pun tidak boleh merasa diri paling berhikmat (12). Karena sumber hikmat dan kuasa ada pada Allah. Dengan hikmat dan kuasa-Nya, Ia menetapkan segala sesuatu. Alam ada dalam kendali-Nya (14-15). Hikmat dan kekuasaan para pemimpin tidak berdaya di hadapan-Nya (17-25). Bila Allah sudah menetapkan sesuatu, manusia hanya bisa tunduk menerima. Orang paling pintar pun bisa hilang akal bila mau melawan kedaulatan dan hikmat-Nya.

Renungkan: Memang mudah untuk merasa diri paling tahu di antara orang lain. Maka, berhentilah sok tahu tentang sebab musabab masalah orang lain seakan-akan Anda mahatahu. Jadilah orang yang rendah hati. Mintalah hikmat Allah supaya kata-kata Anda menjadi saluran kasih Allah bagi orang yang menderita.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
Berdebat tentang Tuhan? (Ayub 12) | Petrus Kwik | Bible Every Day

~~~~~
Bacaan besok: Ayub 13:1-28 – Ketika Tidak Ada yang Membela
 πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-4
Selasa, 12 Juli 2022
~~~~~
KASIH ITU SEDERHANA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 25:11-20
Amsal 19:1-17
1Yohanes 3:11-17

Tersedia dalam apps GKI Layur
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 10 Juli 2022.

Mazmur 25:11-20
Pemazmur berada dalam kesulitan dan kesusahan yang besar yang menyebabkan penderitaan fisik dan batin. Ia pun menghadapi banyak musuh yang siap menerkam. Di sisi lain, ia pun menyadari akan dosa dan salahnya kepada Tuhan. Namun ia ingat dan kenal bahwa Tuhan setia dan sedia bersedia mengampuni setiap kesalahan orang yang bertobat, menyesal dan berbalik kepadaNya. Karena itulah ia pun berani berharap pada pertolongan dan anugerah Tuhan.

Amsal 19:1-17
Perikop ini memberikan banyak petunjuk praktis dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ditekankan bahwa manusia tidak boleh malas dan hanya berhenti pada punya keinginan tanpa berbuat apapun. Kerajinan dekat dengan kekayaan, kemalasan dekat dengan kemiskinan. Kondisi miskin dan kaya mempunyai konsekuensi masing-masing. Pengalaman hidup sangat berharga untuk memiliki pilihan dan keputusan yang bijak termasuk dalam hal berbagi.

1Yohanes 3:11-17
Mengasihi saudara adalah pertanda bahwa kita mengasihi Allah karena tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak terlihat jika saudara yang terlihat tidak dikasihi. Kita mempraktekkan kasih Allah karena kita telah menerima kasih Allah terlebih dahulu di dalam dan melalui Yesus Kristus yang telah berkorban bagi kita. Tidak mempraktekkan kasih kepada saudara yang membutuhkan sama dengan tindakan Kain terhadap Habel. Mari belajar mempraktekkan kasih Allah.

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 25:11-20
Pengkhotbah 9:13-18
Matius 25:31-46