Gemass 11 September 2022

 Minggu, 11 September 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur.
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 238
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Matius 5-6
Ungkapan doa : Mazmur 83
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 238
https://drive.google.com/folderview?id=1254z1Eq-UuuehXtmPri3_3b76PS0l7vy

🌟 Matius 5:16 (TB)
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

πŸ’‘ Kotbah di bukit yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada orang banyak pada masa itu sungguh luar biasa. Tuhan Yesus menuntut kita agar terang kita bercahaya di depan orang lain supaya nyata tindakan kasih kita sebagai murid Kristus kepada sesama di sekitar kita.

πŸ™ Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah aku terus bagaimana aku bisa secara efektif menjadi garam dan terang bagi sesamaku. Mampukan aku menjadi saksi-Mu di dunia ini. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Matius 7-8 Ungkapan doa : Mazmur 84
[ Minggu, 11 September 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi INJIL YOHANES

Bacaan hari ini : Yohanes 2:1-12
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~
β–Ά Video Pelengkap Bacaan.
Yohanes 2: 1-12 | LUMO Indonesia

MEWUJUDKAN ANGGUR BARU

Pada masa Yesus, agam sering menjadi semacam status sosial bagi para pengikutnya, terutama para pemimpinnya. Dalam situasi semacam itu, ketaatan pada aturan-aturan agama bisa membuat orang merasa lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain.

Tuhan Yesus, Sang Firman dengan misi pengurbanan demi keselamatan manusia, justru memulai pelayanan-Nya dengan hadir dan menyatakan berkat-Nya pada sebuah perjamuan kawin di Kana. Kehadiran-Nya sebagai salah seorang tamu sepertinya biasa-biasa saja. Namun, makna di balik kehadiran-Nya luar biasa. Perhatian Yesus ditujukan kepada manusia dalam kebutuhan sehari-hari mereka. Yesus lebih memilih berada di tengah orang kebanyakan daripada di antara para pemimpin agama, karena pada kelompok orang yang pertama ada iman yang polos tanpa pretensi.

Iman Maria yang berpalin kepada Yesus ketika masalah datang, yang ditunjukkannya pada ayat 3: “Mereka kehabisan anggur,” adalah pernyataan ketergantungannya kepada putra sulungnya (3; lihat Mrk. 6:3a). Namun komentar Tuhan Yesus, “Mau apakah engkau dari pada-Ku…?” menegaskan perlunya menyapa Dia dengan iman seorang murid agar melihat karya Allah yang mengubah masalah menjadi berkat. Hingga selanjutnya, melalui ketaatan seorang murid, anggur baru membuat pasangan yang baru menikah ini terhindar dari rasa malu (10).

Karya Yesus pada perjamuan kawin di Kana adalah pernyataan kepedulian Allah atas kehidupan manusia berdosa yang sarat bencana dan tragedi. Kristus hadir bukan untuk membangkitkan diskusi-diskusi teologis mengenai siapa diri-Nya atau untuk kemegahan liturgi ibadah di gereja. Dia hadir untuk memberikan anggur baru kehidupan dalam hubungan-hubungan agar diperbarui. Kepedulian-Nya pada relasi antar manusia harus menjadi teladan kita, para murid-Nya.

Renungkan: Wujudkan iman kita bukan dengan sekadar menyapa sesama kita “syalom,” tetapi dengan menjadi syalom Allah bagi sesama.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
“AIR MENJADI ANGGUR DI KANA DARI AIR CUCI KAKI?
Mukjizat Tuhan Yesus yang pertama | #faktaalkitab | Jawaban

~~~~~
Bacaan besok : Yohanes 2:13-25 – Memurnikan agama
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-13
Minggu, 11 September 2022
~~~~~
PERTOBATAN DIRI
MEMBAWA SUKACITA DI SORGA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Keluaran 32:7-14
Mazmur 51:1-10
1Timotius 1:12-17
Lukas 15:1-10

Tersedia dalam apps GKI Layur
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU,
SELAMAT BERIBADAH

Keluaran 32:7-14
Bangsa Israel menjadi bingung dan gelisah ketika Musa cukup lama belum turun dari gunung dan Tuhan Allah juga tak kelihatan. Ternyata, mereka lebih suka menyembah patung anak lembu yang terbuat dari emas daripada percaya kepada Allah yang tidak kelihatan, yang secara nyata sudah menampakkan berbagai mukjizat di depan mata mereka.
Apakah kita juga pernah merasa bingung dan gelisah ketika kehadiran Allah tidak kelihatan dalam pergumulan kita? Pernahkah kita tak sabar menunggu bimbingan Tuhan, lalu tergoda untuk bergerak sendiri dengan mempercayai perbuatan manusia? Ingatlah bahwa pertolongan Tuhan sungguh nyata dan mukjizat-Nya juga dinyatakan di depan mata kita. Mari membuka mata dan hati kita untuk terus melihat kebaikan Tuhan dan selalu memprioritaskan Dia dalam hidup kita.

Mazmur 51:1-10
Mazmur 51 merupakan mazmur pengakuan dosa Daud setelah Nabi Natan menegur dia karena perzinaannya dengan Batsyeba. Hati Daud hancur. Lalu ia datang di hadapan Allah dengan pengakuan dan penyesalan yang dalam. Kehancuran hati Daud ini dipandang Allah sebagai kurban sembelihan yang berkenan kepada-Nya, sekaligus tanda bahwa Daud telah mendapat pengampunan dari Allah.
Alkitab mencatat, setelah pertobatannya yang tercantum dalam mazmur ini, Daud tidak lagi melakukan dosa yang sama.
Karena itu, meski kita mengetahui bahwa Allah maha pengampun, jangan pernah mempermainkan kasih dan anugerah-Nya dengan cara berbuat dosa berulang-ulang.

▢️ Mazmur 51:1-10 | Elly Diah P | Lagu Rohani
YKB TV

1Timotius 1:12-17
Sebagai salah seorang rasul yang terkemuka, Paulus, yang dahulu bernama Saulus, mau mengakui masa lalunya yang kelam. Ia pernah menjadi seorang teroris yang menganiaya jemaat Tuhan. Namun, Paulus tidak pernah berusaha menutup-nutupi hal ini. Selain itu, Paulus terus mengedepankan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatnya. Paulus mengakui, Kristuslah yang menguatkannya, menganggapnya setia, serta memberikan kepercayaan untuk terlibat dalam pelayanan. Paulus yang dahulu hidup dalam perbudakan dosa, membenci Allah dan pengikut-Nya, diubahkan menjadi pelayan Allah. Tidak ada kata terlambat bagi siapa pun untuk menerima anugerah Allah yang mengubahkan kehidupan. Dan bagi kita yang sudah mengalami anugerah itu, jangan berdiam diri. Mari layani Dia sepenuh hati dan jadilah berkat bagi sesama.

Lukas 15:1-10
Perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang memperlihatkan bagaimana pemilik domba dan pemilik dirham tidak tinggal diam ketika satu dari antara beberapa milik mereka hilang. Kedua kisah itu melukiskan sikap Bapa terhadap orang berdosa. Ia tidak hanya berhenti pada kemarahan dan keadilan-Nya atas dosa. Ia justru berinisiatif mencari mereka karena Ia menginginkan milik-Nya yang sangat berharga kembali kepada-Nya.
Bagi kita, murid Kristus di masa kini, berlaku tugas yang sama. Kita perlu mencari ”domba” dan ”dirham” yang hilang. Tidak ada manusia yang tidak berharga untuk diselamatkan Tuhan. Kita harus menunjukkan kepada mereka jalan kepada Bapa melalui Kristus agar sukacita yang besar terjadi di surga karena satu orang yang terhilang telah ditemukan kembali. Mari menjadi agen-agen Kristus untuk menemukan mereka yang terhilang.

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 73
Amos 7:1-6
1Timotius 1:18-20