Gemass 10 Oktober 2021

~~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~

πŸ—“ Hari 266
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Yohanes 19-21
Ungkapan doa : Mazmur 111
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 266
https://drive.google.com/folderview?id=19UcUVXqaI44ag1_pOpqnjtsynOYM3rq5

🌟 Yohanes 19:30 (TB)
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

πŸ’‘ Ucapan Tuhan Yesus di atas kayu salib: Sudah selesai, menunjukkan bahwa tujuan Kristus datang ke dunia yaitu penebusan dosa umat manusia sudah tuntas dikerjakan oleh Yesus. Dia telah menanggung hukuman bagi dosa kita sambil membuka jalan keselamatan untuk semua orang.

πŸ™ Doa:
Tuhan Yesus, terimakasih untuk penderitaan-Mu di kayu salib yang menanggung seluruh dosaku dan kini aku sudah ditebus dan beroleh hidup kekal. Terimakasih, Tuhan Yesus. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok : Lukas 1
Ungkapan doa : Mazmur 112
~~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB INJIL MARKUS

Bacaan hari ini : Markus 10: 1-12
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~

CITA-CITA ALLAH

Salah satu topik penting yang terus dibicarakan dan diperdebatkan di kalangan Kristen adalah perceraian. Dari dulu, gereja menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun, persoalan ini semakin pelik dan sulit dicarikan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri. Bagaimana Alkitab memandang hal ini?
 
Dengan tujuan hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa, orang Farisi bertanya tentang perceraian. Namun usaha pengujian ini menjadi sia-sia karena ternyata Yesus justru balik bertanya mengenai apa yang Musa perintahkan. Kemungkinan besar, Yesus sudah tahu maksud orang-orang Farisi yang ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan tetapi apa yang diperbolehkan Musa. Memang, menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah, yang diberikan sejak awal penciptaan, tetapi untuk memuaskan kedegilan hati orang-orang zaman itu.
 
Yesus menjelaskan dua hal penting tentang cita-cita Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (lih. Kej. 1:27 dan 2:24). Pertama, pernikahan adalah rencana Allah. Di dalamnya laki-laki dan perempuan hidup dalam suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, saling mengisi, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan harus berlangsung seumur hidup. Kedua, laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk menjadi “satu daging” dengan istrinya. Artinya, mereka berada dalam persekutuan hidup yang utuh dan permanen. Karena itu tidak mungkin dipisahkan, bahkan dengan alasan apa pun!
 
Renungkan: Pernikahan Anda dengan istri atau suami Anda adalah cita-cita Allah untuk Anda. Karena itu peliharalah perkawinan Anda sebagai bentuk syukur Anda kepada Allah.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~
Bacaan besok : Markus 10: 13-16 – Anak berhak atas kabar keselamatan
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Minggu biasa 19
Minggu, 10 Oktober  2021
~~~~~~
KELUARGA YANG HIDUP DALAM PEMULIHAN
Bacaan hari ini:
Amos 5:6-7, 10-15
Mazmur 90:12-17
Ibrani 4:12-16
Markus 10:17-31
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH.

Amos 5:6-7, 10-15
Kesalehan pribadi semestinya juga melahirkan kesalehan sosial. Sebagai umat Allah, kita wajib mempraktekkan kebenaran dan keadilan Allah di sepanjang hidup. Berbalik kepada Tuhan berarti memperhatikan dan membela mereka yang tertindas, miskin, dan tak berdaya, menegakkan keadilan, membenci yang jahat tetapi melakukan yang baik. Setiap tindakan kita yang melawan keadilan Allah akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan.

Mazmur 90:12-17
Hendaknya kita bijaksana dalam menggunakan setiap waktu karena hidup ini singkat dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah yang Mahatahu. Mari memohon agar Allah bermurah hati mengampuni setiap kesalahan dan dosa kita serta menolong kita dalam setiap tindakan yang kita perbuat demi memuliakan Allah yang kita sembah. Kasih setia-Nya memampukan kita untuk terus menjadi peraga Kabar Baik.

Ibrani 4:12-16
Melalui kebenaran Firman Tuhan kita dituntun untuk menjalani hidup yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Kita bersyukur karena memiliki Yesus Kristus sebagai Imam Agung yang besar yang pernah menjadi manusia dan merasakan semua derita dan pergumulan serta pencobaan yang kita alami dan rasakan tetapi tidak jatuh dalam dosa dan mengalami kemenangan. Yakinlah bahwa pertolongan Tuhan akan datang tepat pada waktuNya asalkan kita terus bertekun dalam perjuangan menjalankan kehendak Allah sampai tuntas.

Markus 10:17-31
Tuhan mengetahui titik kelemahan kita dan menuntun kita untuk mengalahkannya sehingga kita menempatkan Tuhan sebagaimana seharusnya. Pemuda kaya tersebut mundur dan sedih saat Yesus menantangnya untuk membuang penghalang antara dia dengan Allah. Terbukti bahwa pemuda tersebut lebih mengasihi kekayaannya daripada mengasihi Yesus. Mari uji dan periksa diri: apakah Allah menjadi yang terutama dalam hidup kita?

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 26
Obaja 1:1-9
Wahyu 7:9-17