Gemass 10 April 2022

Minggu, 10 April 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 84
Bagian 7 : KEBANGKITAN DAN KEJATUHAN BANGSA ISRAEL
Bacaan hari ini: 1 Samuel 21-24
Ungkapan doa : Mazmur 84
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 84
https://drive.google.com/folderview?id=1XszxC5y5V6FXkR1QLhI3qsVN3M-_eyRh

🌟 1 Samuel 24:7
Lalu berkatalah Daud kepada orang-orangnya: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.”

πŸ’‘ Daud adalah sosok yang bergaul karib dengan Tuhan dan berusaha hidup takut akan Tuhan. Jadi, sekalipun dia sangat disakiti oleh Saul, dia tetap menghormati Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan sehingga dia tidak jadi membunuh Saul sekalipun kesempatan itu sudah di depan mata.

πŸ™ Doa:
Ya Allah, ajar aku untuk terus takut kepada-Mu, hormat kepada-Mu dan taat pada perintah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : 1 Samuel 25-27
Ungkapan doa : Mazmur 85

πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Kitab ke 3 –Tahun III
Bacaan 10 April 2022
KITAB 1,2 RAJA-RAJA

Emoticon : πŸ“š

β–« Hari 1 ; Minggu, 10 April 2022 : 1 Raja-raja 1:1-27 – Masa Tua Daud

PENGANTAR KITAB 1 RAJA-RAJA

Kitab 1 Raja-Raja menceritakan sejarah kerajaan Israel dari Salomo sampai kerajaan Israel terpecah menjadi dua pada zaman Yosafat (raja Yehuda) dan Ahazia (raja Israel). Kitab ini merupakan kelanjutan dari Kitab 2 Samuel. Selain kitab ini, kitab I dan II Samuel serta Kitab 2 Raja-Raja juga menceritakan sejarah kerajaan Israel dari awal permulaan terbentuknya hingga akhir kehancurannya.

Penulis Kitab 1 Raja-Raja hidup pada zaman pembuangan di Babel, la meneliti masa lalu dan mencoba untuk mengerti mengapa bangsa Israel dibuang ke Babel. Kesimpulan dari penelitiannya adalah bangsa Israel ada di pembuangan karena hukuman TUHAN atas dosa-dosa mereka.

Bangsa Israel adalah bangsa yang memiliki hubungan khusus dengan TUHAN. Mereka terikat pada Perjanjian Sinai hanya setia dan menyembah TUHAN saja. Tetapi sejarah mencatat bahwa bangsa Israel sering mengkhianati TUHAN dengan cara menyembah berhala. Kitab I Raja-raja mencatat bahwa Raja Salomo, putra Daud, pada awalnya setia kepada TUHAN, dan bahkan ia mendirikan rumah bagi-Nya. Tetapi di akhir hidupnya, Salomo tidak setia dan jatuh pada menyembah berhala. Dari tujuh raja yang disebutkan dalam kitab ini, hanya dua raja saja, dari kerajaan Yehuda, yang setia kepada TUHAN. Raja yang tidak setia biasanya membawa rakyatnya ikut berdosa menyembah berhala, sehingga TUHAN membangkitkan nabi-nabi untuk menghadapi kejahatan bangsa Israel. Para nabi bertugas menegur raja yang tidak setia dan jahat, serta mengumumkan hukuman TUHAN kepada mereka. Elia adalah salah satu nabi penting yang hidup pada masa pemerintahan Raja Ahab. Pertarungannya dengan para nabi Baal telah membuktikan bahwa penyembahan berhala yang dilakukan Raja Ahab dan rakyatnya telah melanggar perintah TUHAN.

Dari kitab ini kita belajar bahwa TUHAN berdaulat atas umat-Nya. TUHAN menghukum ketidaksetiaan dan kejahatan umat-Nya, tetapi juga menyediakan kesempatan, pemulihan, dan berkat kepada umat-Nya yang mau bertobat.

CONTOH METODE BACA GALI ALKITAB

1. Doa: Ya Tuhanku, mohon pencerahan dari Roh Kudus-Mu saat aku membaca dan merenungkan firman-Mu. Amin.
2. Bacaan: 1 Raja-Raja 1:1-27
3. Renungkanlah:
πŸ’  Apa saja yang kubaca?
β–« Kondisi kesehatan Daud mulai menurun dan badannya sering terasa dingin. Para pegawainya mencoba mencari seorang gadis perawan yang tugasnya khusus merawat Daud (1-4).
β–« Melihat kondisi dan usia Daud, Adonia berencana melakukan kudeta terhadap ayahnya. Ia mencari sekutu, namun mengalami penolakkan dari orang kepercayaan Daud (5-8).
β–« Untuk meloloskan jalan ke singgasana, Adonia mengundang semua anak raja, penduduk Yehuda, dan pegawai raja (9-10).
β–« Nabi Natan tidak tinggal diam, melainkan ia mendesak ibu Salomo, Batsyeba, pergi menghadap Daud dan menagih janji Daud kepadanya (11-21).
β–« Nabi Natan sengaja datang melihat raja dan di saat itu ia melaporkan apa yang dilakukan Adonia, sekaligus memprovokasi Daud (22-27).
πŸ’  Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku?
β–« Sebagai orang beriman, kita harus berani mengatakan kebenaran secara jujur dalam situasi kritis.
β–« Tidak kehilangan fokus iman dalam memutuskan segala sesuatu.
πŸ’  Apa responsku?
β–« Menggali firman-Nya sebagai pelita dan hikmat agar setiap hal yang kulakukan mencerminkan kehendak-Nya.
β–« Senantiasa berdoa dan berkarya dalam kondisi apapun, apakah suasana hati lagi baik atau pun tidak.
4. Bandingkan dengan uraian GEMASSplus SH Kitab, Minggu, 10 April 2022.
5. Doa: Tuhan, ajarilah kami memercayai-Mu bahwa segala pergumulan kami akan mendapat belas kasihan-Mu.

Minggu, 10 April 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 RAJA-RAJA

Bacaan hari ini : 1 Raja-raja 1:1-27
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~
β–Ά Video Pelengkap Bacaan.
Ringkasan: 1-2 Raja-raja – The Bible Project
https://youtu.be/f9CRYzJH7es

MASA TUA DAUD

Peribahasa Indonesia memiliki satu ungkapan demikian, β€œTua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi”. Arti peribahasa ini sifatnya negatif, karena menggambarkan seorang tua yang tidak tahu diri karena berperilaku seperti halnya anak muda.

Peribahasa ini tidak berlaku bagi Daud di masa tuanya. Meskipun sudah diselimuti namun badan Daud tetap dingin. Oleh karena itu Abisag, seorang gadis cantik, dipanggil untuk merawat Daud (1-3). Dalam budaya saat itu, cara yang dipakai untuk menghangatkan tubuh orang yang sudah tua adalah dengan memberikan seorang perawan yang sehat untuk menemaninya di tempat tidur. Panas tubuh dari perempuan tersebut akan menjaga tubuh orang yang sudah tua tetap hangat. Fakta bahwa Daud tidak memiliki hubungan seksual dengan Abisag mengindikasikan bahwa daya tahan fisiknya lemah (4).

Meski demikian, Daud masih memegang kendali atas pemerintahannya. Ia menerima laporan dari Batsyeba dan nabi Natan (15-27), tentang Adonia, anak Hagit, yang mengangkat diri menjadi raja menggantikan Daud (9). Dalam usia yang ketujuh puluh tahun, Daud harus mengambil keputusan untuk menyelamatkan kerajaan Israel. Alkitab mencatat bahwa pada masa tuanya, Daud tidak lagi mementingkan ambisi pribadinya. Sebaliknya, ia semakin sadar akan tugas dan tanggung jawab yang Allah berikan kepadanya. Ia bukanlah seorang pemuda yang menganut paham β€œMuda foya-foya; tua kaya raya; mati masuk Surga”. Hampir sebagian masa mudanya dipersiapkan untuk menjadi raja yang bijaksana. Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita akan seperti Daud, di usia senja tetap memikirkan kepentingan Allah? Ataukah kita menjadi tua-tua keladi, semakin mementingkan kegemaran berperilaku yang tidak pantas?

Renungkan: Saat usia semakin senja, apakah hidup anda semakin menjadi saluran berkat Allah atau malah bertambah laknat?

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Raja-raja
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 1 Raja-Raja 1:28-53 – Minta Petunjuk Tuhan

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Pra Paskah VI
Minggu, 10 April 2022
~~~~~
HAMBA YANG MENDERITA   
~~~~~
Bacaan hari ini:
Yesaya 50:4-9
Mazmur 31:9-16
Filipi 2:5-11
Lukas 22:14-20, 39-45; 23:35-43

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT MEMASUKI MINGGU PRA PASKAH VI

Yesaya 50:4-9
Allah menegur Israel yang mengeluh dan mempersalahkan Dia atas penderitaan mereka di pembuangan.
Hukuman Allah atas mereka terjadi karena mereka tidak mau taat kepada-Nya sebagai hamba Allah yang diutus untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Mereka adalah hamba Allah yang gagal.
Berbanding terbalik dengan Israel, Yesus adalah Hamba Allah yang berhasil.
Walau ditolak bahkan dibunuh, Ia tetap setia menjalankan misi-Nya menyelamatkan manusia.
Pelayanan-Nya berdampak pada transformasi hidup dari orang-orang yang dilayani-Nya. 
Bukankah kita adalah buah-buah pelayanan-Nya?
Sekarang kita adalah hamba-hamba Allah yang dipanggil untuk menyaksikan karya Kristus kepada semua orang.
Mari kita meneladani Kristus dengan taat kepada-Nya dan tidak gentar menghadapi penolakan serta tekanan dunia ini.

Mazmur 31:9-16
Mazmur ini adalah sebuah doa yang amat pribadi yang mengungkapkan kesusahan dan ratapan karena musuh, penyakit, dan ditinggalkan teman-temannya.
Doa ini mengungkapkan jeritan hati semua orang percaya yang menderita kesengsaraan karena penyakit, kesulitan atau pun penindasan di dunia.
Namun, doa ini juga menyatakan bahwa pada saat kesukaran hebat, kita dapat bersembunyi ”dalam naungan wajah-Mu.”
Sebab iman dan percaya kepada Allah adalah kunci untuk merespons berbagai kesulitan yang kita hadapi.

Filipi 2:5-11
Setelah berbicara tentang kesatuan tubuh Kristus, Paulus menutup bagian ini dengan mengacu pada teladan Kristus. 
Teladan Kristus adalah pengosongan diri-Nya.
Mengapa disebut mengosongkan diri?
Karena sepanjang hidup dan masa pelayanan-Nya selama tiga setengah tahun di dunia, Dia yang sekalipun adalah Allah yang sejati, rela menjadi sama dengan manusia, bahkan dalam rupa seorang hamba.
Dia bukan hanya mengosongkan diri. Selain melangkah lebih rendah menjadi hamba, Ia rela mati menanggung aib serta penderitaan tak terperi.
Inilah cara Allah membawa manusia masuk dalam kepenuhan-Nya melalui penyangkalan dan pengurbanan-Nya agar orang mendapatkan berkat dan juga anugerah-Nya.
Semangat dan prinsip yang sama berlaku pula bagi setiap orang percaya.
Maukah kita sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus dan menapaki ulang langkah-langkah hidup kita?

Lukas 22:14-20, 39-45, 23:35-43
Pasal-pasal ini menceritakan penderitaan Yesus di kayu salib.
Ia berdampingan dengan dua penjahat yang ada di sebelah kiri dan kanan-Nya.
Para pemimpin agama mengejek-Nya.
Para prajurit Romawi mengolok-olok-Nya.
Bahkan, salah seorang penjahat di samping-Nya juga menghujat-Nya.
Namun, dalam penderitaan seperti itulah penghiburan yang tidak terduga datang.
Pertama, dari Yesus sendiri yang tetap memegang kendali kendati tergantung lemah secara fisik. Ia berkata: ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Itulah penghiburan dari Yesus kepada semua orang yang berduka karena penyaliban-Nya.
Kedua, dari pengakuan dosa salah seorang penjahat yang disalibkan di samping Yesus.
Penjahat itu percaya dan menaruh pengharapannya kepada Yesus.
Siapa lagi kalau bukan Allah yang menaruh iman di hati penjahat yang tergantung di kayu salib.
Itulah penghiburan dari Bapa kepada Anak-Nya dan juga para pengikut-Nya bahwa kematian-Nya tidaklah sia-sia.
Mari kita renungkan saat kita merasa putus asa dan doa-doa kita seolah tidak terjawab.
Adakah situasi yang lebih berat daripada tergantung di salib yang hina serta dianggap sebagai penjahat paling bejat?
Iman dan pengharapan kita haruslah tertuju kepada Allah yang tetap memegang kendali.
Mungkin Allah tidak mengubah keadaan seperti yang kita kehendaki, tetapi Dia tetap memberikan kekuatan dan penghiburan melalui apa pun dan siapa pun.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~