Gemass 10 Agustus 2022

 Rabu, 10 Agustus 2022
~~~~~
📖 GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
🗓 Hari 206
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bagian 11 : KEMBALI DARI PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Nehemia 10-11
Ungkapan doa: Mazmur 51
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 206
https://drive.google.com/folderview?id=1Ko-1B5gwK0D2pVaZS8-ErzEQ4PU5prym

🌟 Nehemia 10:31 (TB) Dan bilamana penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ketujuh dan tidak akan menagih sesuatu hutang.

💡Umat Israel berjanji untuk menguduskan hari Sabat. Seorang Kristen yang terus-menerus lupa beribadah kepada Tuhan tentulah tidak bisa disebut umat Tuhan. Sebab, umat Tuhan yang sejati ada kerinduan datang dan sujud kepada Allah karena untuk Dialah umat Tuhan dipanggil oleh Tuhan. Beribadah kepada Tuhan dan memelihara relasi dengan-Nya, jauh lebih utama daripada segala tawaran keuntungan yang besar sekalipun.

🙏 Doa:
Tuhan, aku mau mengutamakan dan memelihara relasiku dengan Engkau, ya Bapa yang Mahabaik. Aku akan tetap setia beribadah kepada-Mu. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Nehemia 12-13
Ungkapan doa : Mazmur 52
 Rabu, 10 Agustus 2022
~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB

Bacaan hari ini : Ayub 39:22-40:9
Doa => Baca => Renungkan =>
Bandingkan => Doa
~~~~~

MERAGUKAN ALLAH?

Benarkah Allah tidak adil atau tidak memedulikan kehidupan kita? Atau Ia adalah Allah yang kurang kuasa-Nya? Tentang kepedulian Allah itu sudah nyata dari pembahasan perikop sebelum nas ini.

Allah melanjutkan jawabanNya untuk menghapus keraguan Ayub tentang kepedulian Allah melalui binatang-binatang yang dikenal dengan kekuatan, keberanian, dan ketangguhannya di medan perang, yaitu kuda (39:22-25). Ciptaan Allah yang gagah ini dikaruniai naluri untuk mengetahui pekik peperangan atau kemenangan (27- 28). Binatang terakhir yang dipakai Allah untuk menjawab Ayub adalah burung elang dan rajawali. Dua hewan ini terkenal tangguh di angkasa. Kemampuan terbang menukik dan memangsa untuk memberi makan anak-anak mereka melukiskan kekuatan dari Allah (29-33). Artinya, Allah memelihara setiap ciptaan-Nya melalui pelbagai karunia khusus.

Respons Ayub sangat tepat. Sikap “menutup mulut dengan tangan” dan formulasi “satu kali… bahkan dua kali….” (37-38) menunjukkan Ayub sadar bahwa sikapnya menantang Allah tidak tepat. Sebelum memulai percakapan kedua (pasal 40-41), Allah kembali menantang Ayub sebagai manusia (40:2; lih. 38:3). Meragukan keadilan Allah (40:3) sama saja dengan menganggap diri lebih adil dan berkuasa daripada Allah. Oleh karena itu, Allah menantang Ayub untuk membuktikan keadilan dan kekuasaannya itu kepada semua manusia yang fasik (4-9).

Renungkan: Terhadap sesama manusia berdosa saja kita tidak mampu mengendalikannya, bagaimana mungkin kita bisa menantang Allah. Sering kali itu yang kita lakukan. Bersama Ayub kita patut menutup mulut sebagai tanda sikap hormat kepada-Nya dan kembali memercayakan hidup kita ke tangan Allah yang adil dan berkuasa.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok: Ayub 40:10-28 – Dalam Kendali Allah
📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-8
Rabu, 10 Agustus 2022
~~~~~
MEMILIKI TETAPI TIDAK MELEKAT
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 89:1-18
Yeremia 33:14-26
Lukas 12:41-48

Tersedia dalam apps GKI Layur
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Mazmur 89:1-18
Kali ini kita belajar dari penulis Mazmur untuk selalu mengingat kesetiaan dan kebaikan Tuhan sepanjang kehidupan kita. Sehingga ketika menghadapi pergumulan, hati dan pikiran kita dikuatkan dengan pengalaman berjalan bersama Tuhan itu. Pemeliharaan Tuhan ada pada saat duka dengan menopang dan ketika sukacita karena Dia itu setia, tidak seperti kesetiaan manusia yang hanya datang kembali kepadaNya ketika permasalahan menghimpit hidup. Marilah kita memiliki hati yang senantiasa setia dan bersyukur kepadaNya.

Yeremia 33:14-26
Pernahkah terlintas dalam pikiran Anda, sebenarnya Allah tidak perlu terikat kepada manusia melalui perjanjian-perjanjian (kovenan). Bukankah Allah itu setia dan justru manusia yang sering ingkar janji kepada Allah apalagi kepada sesamanya. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memuat banyak sekali janji yang dibuatNya sekalipun Allah tahu pasti kecenderungan hati manusia. Sehingga menepati janji hanya dilakukan oleh Dia kepada manusia yang setia/taat dan berpaut hati kepadaNya.

Lukas 12:41-48
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” Firman ini menegaskan adanya kebahagiaan yang akan dirasakan oleh semua orang yang melakukan kehendak Bapa di dalam hidupnya dengan ketekunan serta kesetiaan. Namun orang harus waspada, yang yakin menganggap dirinya cukup taat kepada Tuhan padahal dalam hal-hal tertentu disadari atau tidak hatinya masih diselimuti/terikat dosa tertentu. Biarlah kita waspada, berjaga-jaga dan memeriksa diri agar terhindar dari jebakan di dalam diri kita sendiri (Luk. 12:45-46, Luk.16:15).

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 82
Yosua 7:1, 10-26
Ibrani 10:26-31