Gemass 1 Desember 2021

Rabu, 1 Desember 2021
~~~~~
๐Ÿ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
๐Ÿ—“ Hari 318
Bagian 15 : UMAT KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Efesus 1-2
Ungkapan doa : Mazmur 8
~~~~~

ALKITAB SUARA
๐ŸŽง GEMASS – Hari 318
https://drive.google.com/folderview?id=1Q8zWoZnTI_h2Z2POLwSlP4S3rZzHcwCy

โ–ถ Video Baca Alkitab:
Penjelasan secara umum kitab EFESUS – Bible Project Indonesia
thebibleproject.com
Saksikan :

๐ŸŒŸ Efesus 2:4-5 (TB)
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita โ€” oleh kasih karunia kamu diselamatkan —

๐Ÿ’ก Seorang yang sudah mati kenapa bisa mengucap syukur, berbuat baik dan melayani Tuhan? Karena dia sudah dihidupkan dahulu. Jadi anugerah mendahului pekerjaan baik. Kita harus berbuat baik, bukan supaya selamat, melainkan karena sudah diselamatkan.

๐Ÿ™ Doa:
Hidupku ini bukannya aku lagi, karena Engkau yang telah hidup di dalamku. Terima kasih Yesus atas anugerah-Mu.
~~~~~
Bacaan besok : Efesus 3-4
Ungkapan doa : Mazmur 9
Rabu, 1 Desember 2021
~~~~~~
๐Ÿ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi โ€“ Santapan Harian Gemass edisi SURAT 1,2 KORINTUS

Bacaan hari ini : 1 Korintus 12: 1-11
Doa โ‡’ Baca โ‡’ Renungkan โ‡’ Bandingkan โ‡’ Doa
~~~~~~

SATU ROH, BERAGAM KARUNIA

Surat 1 Korintus berisi banyak kritikan Rasul Paulus atas praktik-praktik kehidupan jemaat Korintus. Paulus menganggap bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi dalam jemaat Tuhan.
 
Jemaat Korintus sarat dengan karunia Roh yang istimewa dari Tuhan. Mereka menyadari hal itu, tetapi rupanya mereka lebih memperhatikan kekayaan karunia Roh yang mereka miliki daripada memperhatikan Allah, Sang Pemberi. Mereka tidak ingin mencari tahu maksud Allah memberikan karunia Roh itu kepada mereka. Hal utama yang mereka pikirkan, yaitu bagaimana karunia Roh tersebut memenuhi segala kepentingan mereka dan memberi kepuasan. Rasul Paulus mengecam sikap ini.
 
Beberapa oknum di jemaat Korintus yang memperoleh karunia Roh spesifik dari Tuhan, rupanya menjadi jumawa dan tinggi hati. Ada di antara mereka yang merasa diri lebih hebat dari sesama anggota jemaat, sehingga hal itu mengganggu persekutuan jemaat Korintus. Mereka memperlihatkan kepada jemaat lain betapa hebat dan berkuasanya mereka dapat melakukan hal-hal yang istimewa. Contohnya: mereka berkata-kata dengan hikmat, memiliki pengetahuan (ayat 8), karunia penyembuhan (ayat 9), karunia membuat mukjizat, bernubuat, berkata dalam bahasa roh, dan menafsirkannya (ayat 10). Kebanggaan ini membuat mereka merasa istimewa di mata Tuhan. Akibatnya, mereka tidak lagi merasa setara dengan anggota jemaat lainnya. Rasul Paulus mengecam dan mengatakan bahwa: pertama, di balik semua perkara-perkara istimewa yang manusia lakukan ada tangan Tuhan yang bekerja (ayat 6,11). Manusia hanyalah alat yang di pakai oleh-Nya. Kedua, melalui perkara-perkara itu, Tuhan ingin menyatakan ‘pelayanan-Nya’ yang membangun kehidupan iman jemaat (ayat 5), bukan demi kemuliaan dan kepuasan manusia.
 
Renungkan: Hendaklah setiap kita melihat bahwa karunia Roh yang kita miliki semata-mata karya Allah untuk menyatakan bahwa Dialah satu-satu-Nya Tuhan bagi jemaat-Nya.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Surat 1,2 Korintus
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~
Bacaan besok : 1 Korintus 12: 12-31 โ€“ Keragaman dalam satu tubuh
๐Ÿ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu biasa 26
Rabu, 1 Desember 2021
~~~~~~
BERJAGA – JAGA DAN BERDOALAH
~~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 90
Yesaya 1:24-31
Lukas 11:29-32
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 28 November 2021.

Yesaya 1:24-31
Kerusakan moral Yehuda dan Yerusalem yang cukup tragis menciptakan kesan kontras dengan keadaan sebelumnya. Dahulu kota itu dikenal sebagai kota yang setia kepada Allah, setia kepada bangsa dan untuk kepentingan-kepentingan rakyatnya. Kota yang menjunjung keadilan dan juga kebenaran.
Namun sekarang bertolak belakang. Kebenaran tidak lagi nyata di Yerusalem, banyak pelaku kejahatan tidak mendapat hukuman setimpal karena tingkah laku para pemimpin yang tidak menegakkan kebenaran dan kebaikkan dalam menjalankan pemerintahan. Tidak ada yang menjadi pegangan di dalam suatu negara yang kacau menjalankan roda hukum.
Maka Allah, Allah Israel, tidak tinggal diam. Allah yang kudus yang menciptakan umatNya serupa dan segambar diriNya, ingin agar orang benar dapat bertahan. Sehingga Allah memberikan pembaruan seturut dengan jalan atau caraNya yang mengandung kebenaran, kekudusan dan keadilan. Allah akan mengembalikan para hakim seperti dahulu, dan para penasihat seperti semula sehingga,โ€Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setiaโ€. Allah tidak akan membiarkan orang yang setia kepadaNya tertindas. Dia akan mengangkat mereka dari penderitaan yang memurnikan kesetiaannya itu dan memberikan pemulihan sejati. Sebaliknya, janganlah kita menjadi seteru Allah. Dia tidak segan bertindak kepada orang yang melawan atau tidak setia kepadaNya.

Mazmur 90
Murka Allah timbul karena dosa-dosa yang manusia perbuat,โ€Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.โ€ Jika kita dapat menyembunyikan dosa di hadapan orang lain, tidak demikian di hadapan Allah.
Memang Allah berulangkali mengajarkan agar hidup berhati-hati terhadap dosa yang dapat menimbulkan murkaNya, walau banyak kesempatan dalam kehidupan manusia untuk memperbaiki diri. Padahal hidup manusia itu sangat singkat, โ€œDi waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.โ€ Maka marilah kita hidup dalam anugerahNya dan mengisi hidup dengan pertobatan, seperti Musa yang memohon hikmat Allah untuk mengajarkan menghitung hari-hari sedemikian, hingga kita beroleh hati yang bijaksana.

โ–ถ๏ธ Mazmur 90 – Christine Sinaga https://youtu.be/7XWgVehhUxQ

Lukas 11:29-32
Salah satu karakter buruk manusia adalah haus kepuasan. Dalam hal ini adanya ketidakpercayaan mereka kepada Yesus menuntut agar diberikan tanda yang hanya dapat memuaskan keinginan mereka, walau telah banyak Yesus melakukan perbuatan – perbuatan yang menunjukkan -Nya sebagai Anak Manusia. Sehingga Yesus menilai pikiran mereka itu jahat karena sekedar mengikuti nafsu mereka agar dipuaskan.
Adalah baik menilai tanda – tanda rohani agar kita waspada, namun motivasi hati kita harus tertuju kepada Allah dan bukan sekedar menuruti keinginan atau hawa nafsu kita. Latihlah kepekaan kita dalam menilai tanda – tanda pada jaman ini dengan hikmat yang Allah berikan melalui Firman -Nya.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~~
Bacaan besok:
Maleakhi 3 5-12
Filipi 1:12-18
Lukas 1:68-79