Fokus pada Saat-Saat Indah

Fokus pada Saat-Saat Indah

05 Juni 2022

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:5 “Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.”

Paulus menulis kitab Filipi bagi gereja yang ia rintis di Filipi. Di sana ada seorang perempuan bernama Lidia yang membukakan pintu rumahnya dan, beserta orang-orang percaya lainnya, menyambut Paulus di kota tersebut. Gereja di Filipi ini bahkan membantu mendanai perjalanan misionaris Paulus. Dalam Filipi 1:5, Paulus berkata, “Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.”

Akan tetapi, pada kenyataannya, Paulus tidak mengalami saat-saat yang indah di Filipi. Malah itu merupakan salah satu gereja tersulit yang ia rintis. Ketika Paulus pergi ke kota ini untuk memulai sebuah gereja, dia dipukuli, dicambuk, dihina, diberikan tuduhan palsu, dan dijebloskan ke dalam penjara. Dia bahkan mengalami gempa bumi besar di sana! Dan ia diminta oleh para pemimpin kota untuk meninggalkan kota tersebut.

Namun Paulus memberi tahu jemaat di tempat itu, “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu”
(Filipi 1:3)

Apa yang Paulus lakukan? Dia memilih untuk mengingat apa yang ingin ia ingat. Filipi bukanlah tempat yang menyenangkan bagi Paulus, mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan selama berada di sana. Namun dia memilih untuk tidak memikirkan kenangan yang menyakitkan. Sebaliknya, dia menyatakan rasa syukurnya atas hal-hal baik yang telah terjadi padanya dan lewat dia.

Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin besar kemungkinan Anda akan menyia-nyiakan orang tersebut, mencari-cari kesalahan, dan mengingat hal-hal buruk tentang mereka, alih-alih yang baik.

Apakah Anda masih menyimpan kenangan menyakitkan tentang orang-orang dalam hidup Anda? Mungkin Anda tidak pernah memaafkan kesalahan mereka sehingga Anda tidak dapat menikmati hubungan itu karena masih berpegang pada kenangan pahit di masa lalu.

Anda perlu pahami bahwa kenangan adalah sebuah pilihan. Sebelumnya saya pernah menceritakan sebuah cerita tentang Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika. Seorang teman mengingatkan Clara tentang hal-hal jahat yang pernah dilakukan oleh seseorang terhadapnya bertahun-tahun sebelumnya. Temannya ini bertanya, “Apa kau tidak ingat itu?” Dia menjawab, “Tidak, saya ingat dengan jelas sudah melupakannya.”

Kenangan adalah pilihan. Jika Anda ingin terus mengingat kenangan-kenangan yang menyakitkan, silakan saja. Tetapi Anda tidak akan bahagia. Sebenarnya Paulus punya banyak alasan untuk mengingat-ingat memori yang menyakitkan tentang kota Filipi. Namun ia tetap memilih untuk bersyukur atas orang-orang di dalam hidupnya dan karya Tuhan atas mereka dan lewat mereka.

Ketika Anda melakukan hal yang sama, Tuhan akan memberkati hubungan Anda jauh melampaui ekspektasi Anda.