Empat Langkah untuk Mengalahkan Raksasa Anda

Empat Langkah untuk Mengalahkan Raksasa Anda

01 Februari 2022

Bacaan Hari ini:
1 Samuel 17:45-46 “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu, “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah.”

Tuhan ingin Anda menjadi seseorang dengan iman yang besar, dengan impian yang besar serta pekerjaan hidup yang besar seumur hidup Anda.
Tapi pertama-tama, Anda harus terlebih dulu mengalahkan raksasa kehidupan yang menghalangi Anda.

Bagaimana cara memulainya?

Mulailah dengan melakukan empat hal yang dilakukan oleh Daud dalam mengalahkan raksasa penundaan, keputusasaan, ketidaksetujuan, dan keraguan dalam hidupnya.
Bila Anda ingin menjadi seseorang dengan iman yang besar—dengan mimpi yang besar dan pekerjaan hidup yang besar—lakukanlah keempat hal ini:

1. Ingatlah bagaimana Tuhan membantu Anda di masa lalu. Daud berkata dalam 1 Samuel 17:37a, “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Ketika Anda mengingat bagaimana Tuhan telah membantu Anda di masa lalu, maka Anda punya keyakinan untuk menjalani masa depan.

2. Pergunakanlah alat yang Tuhan berikan buat Anda saat ini. TUHAN mengaruniakan Daud alat-alat yang bisa ia gunakan. “Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul, “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu”
(1 Samuel 17:38-40).

3. Jangan menunggu hingga Anda memiliki sesuatu yang tidak Anda miliki—uang, pendidikan, atau koneksi. Gunakanlah alat dan sarana yang telah Tuhan beri kepada Anda untuk menghadapi raksasa Anda sendiri dengan percaya diri.

Abaikanlah para penentang Anda. Ketika banyak orang mencibir dia, Daud harus mendorong dirinya sendiri agar tetap yakin di dalam Tuhan, “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya”
(1 Samuel 30:6).

Mendorong diri sendiri di dalam Tuhan tidak berarti hanya dengan memiliki sikap dan pikiran yang positif. Sebaliknya, yaitu dengan mengembangkan fondasi yang kuat pada kasih karunia, ketetapan, rasa aman, dan kuasa Tuhan.

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda demi kemuliaan-Nya. Daud menyerbu medan perang dengan berteriak kepada orang Filistin, “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah”
(1 Samuel 17:45-46).

Waktu saya muda, saya mengambil keputusan untuk mengandalkan Tuhan dalam mengejar mimpi yang telah Dia beri kepada saya. Suatu malam, di pegunungan California Utara, saya berlutut dan berdoa, “Tuhan, aku bukan orang yang terpintar, terpelajar, atau yang paling berbakat. Tapi aku yakin dan percaya pada-Mu. Dan aku akan melakukan apa pun—kapan pun dan di mana pun—dengan iman, bahkan ketika segalanya tampak tidak masuk akal bagiku.”

Dan lihatlah hidup saya sekarang! Kini saya berdiri dan berbicara kepada orang banyak setiap minggu yang jumlahnya kira-kira lima kali lebih banyak dari di tempat saya dibesarkan—semua karena saya mengharapkan supaya Tuhan menggunakan saya untuk kemuliaan-Nya.

Renungkan hal ini:
– “Raksasa-raksasa” apa yang berdiri di antara Anda dan impian Anda?
– Pikirkan sarana yang telah Tuhan berikan pada Anda untuk menjalankan misi Anda. Seberapa baik Anda mempergunakannya?
– Bagaimana Anda ingin dipakai dalam pekerjaan Tuhan? Apakah Anda mengharapkan Tuhan untuk melakukannya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 27-28; Matius 21:1-22

Tuhan akan memakai siapa saja yang percaya kepada-Nya dan berharap untuk dipakai dalam pekerjaan-Nya—bukan karena siapa Anda, tetapi karena siapa Dia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)