Cara Mengatasi Keputusasaan

Cara Mengatasi Keputusasaan

22 November 2021

Bacaan Hari ini:
Nehemia 4:10 “Berkatalah orang Yehuda, “Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.”

Keputusasaan dapat disembuhkan.
Ketika saya putus asa, saya langsung membuka kitab Nehemia. Pemimpin besar Israel kuno ini mendapati bahwa ada empat pemicu dari keputusasaan.

Pertama, Anda merasa lelah. Anda menjadi lelah, sama seperti yang dirasakan oleh para pekerja dalam Nehemia 4:10: “Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.”

Manusia bisa habis tenaganya. Pun Anda tak dapat membakar lilin di kedua ujungnya. Jadi, ketika Anda putus asa, Anda tak perlu mengubah apa pun yang penting dalam hidup Anda sebab mungkin jawabannya adalah Anda hanya perlu istirahat!
Terkadang hal paling spiritual yang bisa Anda lakukan adalah tidur.

Kedua, Anda menjadi frustrasi.
Nehemia berkata bahwa masih ada sangat banyak puing di sekeliling kota, begitu banyaknya sehingga menghalangi pembangunan kembali tembok itu. Apakah Anda memiliki “puing-puing” itu dalam hidup Anda? Pernahkah Anda perhatikan bahwa setiap kali Anda mulai melakukan sesuatu yang baru, puing-puing (rasa frustrasi yang menghalangi Anda untuk mencapai tujuan Anda) mulai menumpuk?

Apabila Anda tidak membersihkannya secara berkala, itu akan menghentikan laju pertumbuhan rohani Anda. Anda tak dapat menghindarinya, oleh karena itulah, Anda perlu belajar mengaturnya dan membuangnya dengan segera agar Anda tidak kehilangan fokus pada tujuan Anda.

Ketiga, Anda mengira telah gagal.
Pengikut Nehemia tidak dapat menyelesaikan tugas mereka secepat yang direncanakan semula, akibatnya, kepercayaan diri mereka runtuh. Mereka berpikir, “Kami bodoh karena mengira bisa membangun kembali tembok ini.”

Tapi tahukah Anda apa yang saya lakukan ketika saya gagal mewujudkan tujuan saya tepat waktu? Saya membuat gol baru. Saya tidak menyerah. Semua orang pernah gagal; semua orang pernah melakukan hal-hal bodoh.

Apakah Anda terjebak dalam mengasihani diri sendiri?
Apakah Anda mulai menyalahkan orang lain?
Apakah Anda mulai mengeluh bahwa itu tidak mungkin?
Atau sebaliknya, apakah Anda memfokuskan kembali pada niat Tuhan dan mulai bergerak lagi?

Akhirnya, Anda menyerah pada rasa takut.
Menyerah pada rasa takut menimbulkan keputusasaan.

Nehemia 4 menunjukkan bahwa orang yang paling terpengaruh oleh ketakutan ialah mereka yang bergaul dengan orang-orang negatif. Untuk dapat mengendalikan pikiran negatif dalam hidup Anda, hindari orang-orang negatif sebisa mungkin.

Mungkin Anda berkecil hati karena takut dan berseru, “Aku tidak bisa menanggung ini. Tanggung jawabnya terlalu banyak.” Mungkin rasa takut itu berupa takut dikritik. Atau, mungkin Anda menganggap diri Anda tak layak untuk menjadi sukses. Ketakutan semacam ini akan menghancurkan hidup Anda jika Anda membiarkannya. Namun, Anda dapat memilih untuk melawan keputusasaan dengan berseru, “Tuhan, bantu aku untuk mengalihkan pandanganku dari masalahku, dan agar pandanganku hanya tertuju pada-Mu.”

Jangan terjebak dalam keputusasaan. Mintalah Tuhan untuk membantu Anda mencari tahu alasannya, mengatasinya, dan mulai bergerak maju dengan percaya diri.

Renungkan hal ini:
– “Puing” (rasa frustrasi yang menghalangi Anda untuk mencapai tujuan Anda) bisa membuang-buang waktu dan energi Anda serta menghambat Anda untuk mencapai apa yang Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan. Apa puing-puing dalam hidup Anda?
– Bagaimana Anda dapat mengurangi hal negatif yang membuat Anda berkecil hati?
– Apakah Anda pernah meninggalkan satu gol karena Anda putus asa? Bagaimana Anda dapat fokus kembali supaya Anda dapat menggenapi panggilan hidup yang telah Tuhan tetapkan untuk Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 1:1-7 ; Ibrani 7:1-10

Yang jadi masalah bukanlah karena Anda gagal, tetapi bagaimana Anda menanggapi kegagalan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)