Cara Memiliki Hidup yang Berarti

Cara Memiliki Hidup yang Berarti
 
07 Juli 2022
 
Bacaan Hari ini:
Markus 8:35 “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”
 
Mengapa saya tidak merasa terpenuhi? Terlalu banyak orang menanyakan ini pada diri mereka. Mereka tidak bahagia, mereka tidak puas—sebenarnya mereka menderita.
 
Berikut ini ilustrasinya. Mendaki Gunung Everest adalah salah satu tantangan yang mengilhami banyak orang untuk melakukan sesuatu yang hebat. Banyak pendaki mencoba mencapai puncak Everest— tapi banyak juga yang meninggal di tengah perjalanan. Banyak mayat yang berjejer di sepanjang jalur pendakian. Meski demikian, banyak orang yang masih ingin mendaki gunung ini, walau sebenarnya kegiatan ini tidak memberi dampak sosial yang signifikan.
 
Beberapa tahun lalu, seorang pendaki Bernama David Sharp mengalami kesulitan di atas gunung Everest. Setidaknya ada 40 pendaki lain yang melihatnya, tetapi tidak banyak membantunya. Pada akhirnya David meninggal di gunung itu karena tidak ada pendaki lain yang bersedia menunda ambisi pribadi mereka atau mengambil risiko untuk membantunya.
 
Realitanya, kebanyakan dari kita seperti itu. Dorongan pribadi kita untuk memiliki lebih banyak, menjadi lebih hebat, punya pengalaman lebih banyak—atau bahkan untuk melindungi diri kita sendiri—menyebabkan kita lupa dengan apa yang benar-benar penting. Akan tetapi bukan itu alasan Tuhan menciptakan Anda. Hidup bukanlah soal apa pencapaian Anda, siapa yang Anda kenal, apa pekerjaan Anda, atau memikirkan kepentingan diri sendiri. Hidup ini adalah tentang kasih—mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.
 
Yesus berkata dalam Markus 8:35, “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”
 
Tuhan menciptakan Anda sedemikian rupa agar Anda bahagia dengan menyerahkan hidup Anda ke dalam tangan kuasa-Nya. Anda diciptakan untuk sesuatu yang lebih x diri Anda sendiri. Alkitab menyebut ini sebagai misi hidup.
 
Itu hanya terjadi apabila Anda mengabdikan hidup Anda kepada-Nya dan merasa terpenuhi—menjalani hidup yang berarti.
 
Renungkan hal ini:
– Apakah Anda sedang tidak bahagia, tidak puas, atau menderita? Itulah suatu tanda bahwa Anda sedang fokus pada tujuan lain selain Kristus. Menurut Anda mengapa Anda fokus pada hal lain?
– Apa yang perlu Anda ubah untuk bergabung dalam misi Tuhan?
– Bagaimana Anda dapat menunjukkan kehidupan yang melayani Tuhan?
 
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 34-35; Kisah Para Rasul 15:1-21
 
 
Signifikansi tidak datang dari status, gaji, atau jenis kelamin. Itu berasal dari pelayanan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)