Belajar Mengasihi dengan Kemurahan Hati

Belajar Mengasihi dengan Kemurahan Hati

04 Juli 2022

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:18 “Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.”

Hidup ini bukanlah tentang harta benda. Hidup ini adalah tentang belajar mengasihi.

Salah satu cara terbaik untuk belajar mengasihi yaitu lewat kemurahan hati—memberikan waktu, uang, tenaga, dan energi Anda. Saat Anda bermurah hati, Anda sedang mengafirmasi bahwa Tuhan dan sesama adalah yang paling berarti buat Anda. Singkat kata, bagi Anda yang paling penting ialah kasih.

Setiap kali Anda memberi—baik itu memberikan waktu Anda, uang Anda, usaha Anda, mau pun energi Anda—Anda sedang menyatakan apa saja yang penting bagi Anda. Ceritakan bagaimana Anda menghabiskan uang dan waktu Anda, dan saya bisa beri tahu Anda apa yang paling penting buat Anda.

Apakah jadwal kegiatan Anda menunjukkan bahwa karier Anda adalah yang paling penting buat Anda?
Apakah rekening koran Anda menunjukkan bahwa hobi Anda adalah yang paling penting buat Anda?
Atau apakah cara Anda menghabiskan uang serta waktu Anda menunjukkan bahwa mengasihi Tuhan dan sesama sangat adalah yang paling penting buat Anda?

Jika di akhir hidup Anda, Anda memilih untuk mengumpulkan banyak harta benda tetapi Anda menjauhkan diri dari keluarga dan teman-teman Anda, berarti Anda telah melewatkan inti dari kehidupan ini! Anda telah melewatkan kesempatan untuk mengasihi dengan cara bermurah hati.

Namun sebaliknya, ketika Anda menghabiskan hidup Anda dengan bermurah hati kepada orang lain dan membangun hubungan dengan mereka berarti Anda tengah menjalani hidup dalam terang surga. Anda hidup dalam cinta kasih.

Pikirkan tentang orang-orang yang paling Anda syukuri dalam hidup Anda. Sebagian besar dari mereka mungkin adalah orang-orang yang telah menginvestasikan waktu, uang, tenaga, atau energi pada Anda.

Paulus memberikan contoh akan hal ini: “Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah”
(Filipi 4:14-15, 18).

Paulus menulis surat ini agar para jemaat belajar tentang kebenaran ini: Anda memperoleh kekayaan dari penghasilan Anda, tetapi Anda mendapatkan rasa hormat dan rasa syukur dari orang lain lewat apa yang Anda beri dengan hati yang penuh kasih.

Renungkan hal ini:
– Jika seseorang melihat jadwal kegiatan dan pengeluaran Anda, apa yang menurut mereka paling penting bagi Anda? Apakah itu sama dengan priorotas-prioritas Anda?
– Bagaimana Anda berinvestasi dalam kehidupan orang lain? Apa salah satu cara agar Anda bisa lebih murah hati dengan waktu, uang, upaya, atau tenaga Anda minggu ini?
– Siapa yang selama ini bermurah hati kepada Anda? Sekarang, luangkan beberapa menit untuk menelepon atau mengirim pesan atau surat untuk berterima kasih kepada mereka karena telah berinvestasi dalam hidup Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 28-29; Kisah Para Rasul 13:1-25

Hari ini, luangkan waktu untuk merenungkan orang-orang yang telah bermurah hati kepada Anda. Kemudian jadikan mereka sebagi teladan untuk Anda juga bermurah hati kepada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)