Bagaimana Mengatasi Emosi Anda yang Bercampur aduk

Bagaimana Mengatasi Emosi Anda yang Bercampur aduk

 

04 November 2022

 

Bacaan Hari ini:

Roma 12:15 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”

 

 

Faktanya, setelah musim yang sulit, jarang sekali kehidupan kembali ke sedia kala. Masa-masa sulit mengubah orang—bukan hanya mereka, tetapi juga dunia di sekitar Anda. Untuk mampu melanjutkan hidup ini setelah masa sulit, Anda harus melakukan beberapa penyesuaian.

 

Empat prinsip dalam Alkitab akan membantu Anda membangun kehidupan yang lebih baik dan lebih kuat setelah musim yang berat. Hari ini kita akan mempelajari satu prinsip. Yang pertama ialah: *Anda akan mengalami emosi yang bercampur aduk.* Umat Allah merasakan emosi bercampur aduk ketika mereka kembali ke Yerusalem setelah masa pembuangan di Babel selama 70 tahun. Kota mereka hancur total, namun hal pertama yang mereka lakukan ialah membangun kembali bait suci bagi TUHAN. Ketika mereka selesai meletakkan fondasi, beberapa orang bersorak sorai dengan nyaring memuji TUHAN, sementara beberapa yang lain menangis dengan suara nyaring karena teringat seperti apa bait suci mereka dahulu.

 

Ezra 3:13 menggambarkan bagaimana emosi mereka tersebut bercampur aduk menjadi satu: “Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh.”

 

Mungkin Anda juga pernah merasakan emosi yang saling bertentangan ketika kembali ke kehidupan setelah melalui periode penderitaan atau kehilangan—kehilangan orang yang dikasihi, pekerjaan, rumah, atau persahabatan. Adalah sangat normal untuk merasakan kesedihan yang bercampur dengan kegembiraan, begitu pun sebaliknya, kesedihan yang bercampur dengan kegembiraan.

 

Itulah mengapa hal pertama yang harus Anda lakukan ialah *mengasihi diri Anda sendiri atas semua perasaan campur aduk yang Anda miliki* —demikian pula kepada orang lain. 

Musim kesukaran, seperti pandemi COVID-19, dirasakan oleh semua orang. Oleh karena itu, penting buat kita untuk juga berempati terhadap orang yang mempunyai pergumulan dengan emosi yang berlawanan.

 

Roma 12:15 mengatakan, “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” Perubahan memang sulit untuk dibiasakan. Ketika Allah membangun kembali hidup Anda, maka Dia akan sering membuat Anda mempelajari kebiasaan dan perilaku baru. Maka, berbaikhatilah kepada diri sendiri—serta orang lain—ketika Anda sedang mengalami emosi yang campur aduk.

 

Ketika Anda keluar dari musim kesukaran, kehilangan, atau trauma, mungkin sulit bagi Anda untuk membayangkan untuk bangkit kembali. *Akan tetapi Allah ingin memberi Anda awal yang baru dan membantu Anda untuk membangun kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.*

 

Renungkan hal ini:

– Jelaskan emosi apa saja yang Anda rasakan setelah melewati musim kesukaran, kehilangan, atau trauma. Bagaimana perasaan-perasaan Anda saling bertentangan satu sama lain?

– Dengan siapa Anda dapat “bersukacita” hari ini? Dengan siapa Anda dapat “menangis” hari ini?

– Siapa orang dalam hidup Anda yang telah menunjukkan kasihnya kepada Anda selama masa-masa emosional tersebut? Bagaimana mereka menyatakan empati mereka terhadap Anda?

 

 

 Bacaan Alkitab Setahun :

Yehezkiel 27 – 30; II Timotius 3: 1-9 

 

 

*Berpeganglah pada satu hal yang pasti, yaitu rencana Allah untuk hidup Anda pasti selalu baik dan indah.*

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)