Aturan Moral Merampas Kebahagiaan Anda

Aturan Moral Merampas Kebahagiaan Anda

27 Juni 2022

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:9 “Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.”

Paham bahwa tak ada yang bisa Anda lakukan untuk membuat Tuhan lebih mengasihi Anda adalah salah satu perasaan yang paling memerdekakan di dunia—dan kunci kebahagiaan.

Alkitab berkata, “Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah”
(Filipi 3:3).

Setiap kali Anda melupakan kebenaran ini dan berpikir bahwa Anda harus berusaha untuk mendapatkan kasih Tuhan, itulah yang disebut legalisme—dan itulah yang merampas kebahagiaan Anda.

Legalisme adalah yakin pada apa yang bisa Anda lakukan untuk Tuhan daripada percaya pada apa yang sudah Tuhan lakukan untuk Anda. Istilahnya, Anda mengikuti daftar hukum dan peraturan moral untuk membuktikan bahwa diri bahwa Anda layak di mata Tuhan, itulah jebakan yang mencegah Anda untuk bersandar kasih karunia Tuhan.

Paulus tahu bagaimana cara bersandar dalam kasih karunia Tuhan. Dia berkata dalam Filipi 3:9, “Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.”

Ini cara mendapatkan kasih Tuhan: Kasih karunia-Nya bukanlah didapatkan. Kasih karunia-Nya bukan bergantung pada perbuatan Anda, melainkan hadiah yang Dia berikan secara cuma-cuma.

Bagaimana Anda tahu ketika Anda lebih menjunjung tinggi hukum moral daripada berpegang pada kebenaran Tuhan? Ketika Anda mudah menghakimi atau menilai orang lain. Itu karena lebih mudah untuk mengkritisi orang lain ketika Anda tidak merasa diterima dan mencintai diri sendiri.

Sebaliknya, bagaimana Anda tahu ketika Anda hidup dengan kasih karunia Tuhan? Ketika Anda ramah terhadap orang lain. Ketika Anda merasa lebih mudah untuk memaafkan karena Anda mengerti bahwa Tuhan terus menerus mengampuni Anda. Dan ketika Anda tidak berusaha untuk mendapatkan jalan Anda sendiri ke surga, tapi sebaliknya bersandar pada kasih karunia Allah.

Setiap pagi, ingatkan diri Anda akan kasih karunia Tuhan dengan berdoa, “Tuhan, hari ini saya hendak mengingatkan diri saya bahwa saya telah diampuni sepenuhnya.”

Renungkan hal ini:
– Kapan Anda paling tergoda untuk percaya pada kemampuan Anda, ketimbang pada apa yang telah Yesus lakukan untuk Anda?
– Dalam situasi apa saja Anda merasa paling mudah untuk hidup dalam kasih karunia-Nya?
– Filipi 3:3 mengatakan, “Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.” Bagaimana Anda dapat “bermegah dalam Kristus Yesus”?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40

Semakin banyak kasih karunia yang Anda andalkan, semakin banyak sukacita yang akan Anda miliki.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)