Apakah Sebenarnya Pengampunan itu?

Apakah Sebenarnya Pengampunan itu?

24 Mei 2022

Bacaan Hari ini:
Lukas 23:34 “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Pengampunan mungkin jadi sesuatu yang paling disalahgunakan, salah diterapkan, dan salah dimengerti dalam budaya kita. Mungkin Anda berpikir Anda tahu apa pengampunan itu, tetapi, seperti kebanyakan orang, sebenarnya Anda tidak tahu.

Berikut ini sebuah kuis untuk membantu Anda mengukur pemahaman Anda mengenai pengampunan; tentukanlah apakah setiap pernyataan berikut ini benar atau salah.

1. Seseorang tidak boleh dimaafkan sampai mereka memintanya.

2. Pengampunan itu meminimalkan kesalahan dan rasa sakit yang ditimbulkan oleh orang lain.

3. Pengampunan itu memulihkan kepercayaan dan menyatukan kembali hubungan.

4. Anda belum benar-benar mengampuni hingga Anda melupakan kesalahan orang lain.

5. Ketika Anda melihat seseorang terluka, adalah tugas Anda untuk mengampuninya.

Ketika Anda membaca Alkitab dan mempelajari apa yang Allah katakan tentang pengampunan, Anda akan menemukan bahwa kelima pernyataan di atas salah.

Pertama, pengampunan yang sejati itu tulus. Tidak ada persyaratan yang melekat padanya. Anda tidak meraihnya. Anda tidak layak mendapatkannya. Anda tidak bisa menawarnya. Pengampunan tidak didasarkan pada janji Anda untuk tidak pernah melakukannya lagi. Berikanlah pengampunan kepada orang lain baik mereka memintanya atau tidak.

Ketika Yesus mengulurkan tangan-Nya di kayu salib dan berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”
(Lukas 23:34), sesungguhnya tidak ada yang memintanya. Tidak ada yang berkata, “Yesus, ampuni saya atas apa yang telah kami lakukan terhadap-Mu.” Dia menawarkan pengampunan. Dia mengambil inisiatif.

Kedua, pengampunan tidak meminimalkan tingkat keseriusan suatu kesalahan. Ketika seseorang meminta pengampunan Anda dan Anda menjawab, “Itu bukan masalah besar. Itu tidak sakit, kok,” sebenarnya Anda sedang memurahkan pengampunan. Jika kesalahan itu bukan suatu masalah besar, tentunya Anda tidak perlu meminta atau menawarkan pengampunan.

Pengampunan ialah untuk hal-hal besar. Anda tidak menggunakannya untuk hal-hal sepele; hal-hal kecil dalam hidup hanya memerlukan kesabaran dan penerimaan. Kesalahan besar dalam hiduplah yang membutuhkan pengampunan—dan kesalahan itu tidak boleh dikecilkan. Jika sebuah kesalahan adalah masalah besar, maka akuilah itu. Dan kemudian ampuni, atau mintalah pengampunan.

Jadi, lain kali Anda menyinggung seseorang, atau diri Anda sendiri, ingatlah dua hal ini: Pertama, pengampunan itu tidak ada syaratnya. Dan, kedua, pengampunan tidak pernah mengecilkan kesalahan.

Renungkan hal ini:
– Apakah ada seseorang yang telah Anda maafkan, tetapi dengan syarat? Bagaimana Anda dapat bergerak menuju pengampunan yang tulus hari ini?
– Mengapa begitu sulit untuk menawarkan pengampunan kepada seseorang yang tidak memintanya? Bagaimana caranya agar Anda dapat memaafkan, bahkan ketika pelaku tidak pernah memintanya?
– Bagaimana sikap Anda tentang pengampunan berubah ketika Anda merenungkan bagaimana Kristus telah mengampuni Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
I Tawarikh 22 – 24 ; Yohanes 8 : 28 – 59

Memahami pengampunan adalah langkah pertama untuk menjalaninya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)