Anda Tidak Perlu Takut akan Maut

Anda Tidak Perlu Takut akan Maut

11 April 2022

Bacaan Hari ini:
Lukas 23:42-43 “Lalu ia berkata, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Ay 23:43 Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Rahmat Tuhan adalah sesuatu yang Anda perlukan seumur hidup Anda, terutama ketika Anda telah mengacaukan hidup Anda dan ketika Anda tidak memiliki apa yang Anda butuhkan.

Anda membutuhkan rahmat Tuhan oleh karena maut.

Kematian tidak dapat kita hindari. Suatu saat kita semua akan mati. Angka kematian di dunia ini masih 100 persen!

Banyak orang takut mati, tetapi Tuhan tidak mau Anda merasa demikian. Malah, Dia menunjukkan cara supaya tidak takut akan maut.

Lukas 23 menceritakan tentang seorang laki-laki sekarat yang menerima rahmat Allah. Anda mungkin ingat cerita ini: Ketika Yesus berada di kayu salib, Dia disalibkan di antara dua orang penjahat. Alkitab menulis, “Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah”
(Lukas 23:39-41).
Ia mengolok-olok Yesus dan bertingkah seolah-olah kematian merupakan akhir dari kehidupan—tetapi dia salah. Kematian adalah awal dari kekekalan, baik di surga maupun di neraka.

Namun, penjahat lainnya berkata, “Tidakkah kau sadar betapa mengerikannya situasi ini? Dalam hitungan detik ke depan, kau akan menghadap Allah, tapi sekarang kau malah merendahkan Yesus.” Kemudian dia berbalik badan kepada Yesus dan berseru, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.
(Lukas 23:42).

Lalu bagaimana respons Yesus? “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”
(Lukas 23:43).

Itu sungguh sebuah pengampunan yang instan!
Penjahat itu sadar betul apa yang benar-benar ia butuhkan, pengampunan dosa, bukan bebas dari rasa sakit. Dan dia tahu dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, dia hanya bisa berkata, “Ingatlah aku.” Dan pada intinya Yesus menjawab, “Itu sudah cukup.” Jawaban Yesus itu memperlihatkan bahwa Dia punya kuasa atas maut.

Renungkan hal ini:
– Lewat respons langsung Yesus terhadap penjahat itu— “hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”—bagaimana hal itu menunjukkan kesediaan-Nya untuk mengampuni Anda juga?
– Pernahkah seseorang mengolok-olok Yesus di depan Anda? Bagaimana Anda menanggapinya?
– Yesus meluangkan waktu untuk mengasihi dan menunjukkan rahmat-Nya, bahkan saat Dia sekarat di kayu salib. Maka, saat ini, luangkanlah waktu untuk mengucap syukur kepada Allah atas kasih karunia-Nya atas Anda, dan mintalah bantuan-Nya untuk mengenali kesempatan yang datang pada Anda untuk menunjukkan kasih yang sama kepada sesama.

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 17-18; Lukas 11:1-28

Ketika Anda menerima rahmat Allah, maka Anda tidak perlu takut akan kematian—itu semua adalah karena apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda dan saya di kayu salib.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)