Anda Tidak Dapat Berubah dengan Kebetulan

Renungan Harian 10 Januari 2021 dengan Bacaan Hari ini:
Efesus 4:22 “Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,”

Perubahan butuh pengambilan keputusan. Tidaklah cukup hanya bermimpi untuk berubah. Tidaklah cukup hanya punya keinginan untuk berubah. Untuk bisa berubah, Anda harus mengambil keputusan.

Perubahan itu harus disertai niat:
Apakah Anda akan menjadi orang yang berbeda dalam waktu enam bulan?
Apakah Anda akan menjadi lebih baik satu tahun dari sekarang?
Apakah Anda akan menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan lebih dewasa?
Apakah Anda akan menjadi lebih bahagia?
Apakah Anda akan memiliki hutang lebih sedikit?
Apakah Anda akan menjadi seperti yang Tuhan inginkan?

Saya bisa beri tahu Anda jawabannya sekarang: Ini hanya akan terjadi jika Anda memilih untuk berubah karena itu tidak akan terjadi secara kebetulan.
Anda perlu berpikir jauh ke depan ke mana Anda harus berada di akhir tahun ini dan di mana Anda harus berada dalam tiga tahun, enam tahun, dan sepuluh tahun dari sekarang. Saya ingin Anda menjadi lebih baik dalam 10 tahun dibanding Anda hari ini, tetapi Anda tidak akan menjadi pribadi yang lebih baik kecuali Anda memilih untuk menjadi lebih baik.

Perubahan memerlukan pengambilan keputusan.

Seringkali kita berpikir kita yang menunggu Tuhan untuk mengubah kita. Tidak, jangan menunggu Tuhan. Tuhanlah yang sedang menunggu Anda!

Dia sedang menunggu Anda untuk berkata, “Ya, Tuhan, aku bersedia melakukan perubahan ini.”

Agar bisa bertumbuh, kita harus membuat pilihan yang telah kita pertimbangkan dengan matang. Tidak ada pertumbuhan tanpa perubahan, tidak ada perubahan tanpa pengorbanan, dan tidak ada pengorbanan tanpa rasa sakit.

Jika Anda ingin berkembang, Anda harus berubah, dan perubahan itu berarti Anda harus melepaskan beberapa hal lama untuk berpegang pada beberapa hal baru.

Ini ibaratnya berayun di atas trapeze: Pemain trapeze berayun dari palang satu ke palang lain. Kemudian, dia harus mengulurkan tangannya untuk meraih palang lainnya. Di titik tertentu, dia harus melepaskan pegangannya pada palang yang satu untuk meraih yang palang yang lainnya, atau dia tidak akan berhasil menyeberang ke sisi lain. Sebab apabila ia tidak melepaskan pegangannya pada ke dua palang tersebuat, apa yang akan terjadi? Dia akan terjebak di tengah-tengah, dan dia akan jatuh.

Mungkin saat ini Anda tengah terjebak di tengah. Ketahuilah, Anda akan jatuh apabila Anda belum melepaskan pola lama, kebiasaan lama, dan cara pikir lama Anda. Oleh karena itulah, Anda harus meninggalkan cara lama Anda.

Alkitab berkata, “Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,”
(Efesus 4:22).

Singkat kata, tinggalkanlah kebiasaan lama, luka lama, pola hidup lama, dosa lama dalam hidup Anda — tanggalkanlah. Alkitab mengatakan kita harus menanggalkan itu semua, dan percaya bahwa Tuhan bekerja di dalam Anda
“karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”
(Filipi 2:13).

Renungkan hal ini:
– Mengapa perubahan membutuhkan pengorbanan? Bagaimana ini bisa terjadi dalam hidup Anda?
– Kebiasaan dan pola lama apa yang perlu Anda “tanggalkan” untuk bisa bertumbuh dan berubah tahun ini?
– Dalam Firman Tuhan, janji apa yang dapat Anda klaim untuk membantu Anda mengambil keputusan untuk bisa bertumbuh dan berubah setiap harinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 25-26; Matius 8:1-17

Anda harus memilih untuk berubah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)