Ampuni sebab Anda Telah Lebih Dulu Diampuni

Ampuni sebab Anda Telah Lebih Dulu Diampuni

30 November 2021

Bacaan Hari ini:
Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”

Menunjukkan kasih karunia kepada orang lain ialah kehendak Tuhan, tetapi itu tidak selalu mudah sebab sering kali kita fokus pada diri kita sendiri.

Memang kadang lebih mudah bersikap egois ketimbang ramah. Mungkin Anda melihat pegawai supermarket yang bekerjanya lamban sebagai perusak hari Anda ketimbang seseorang yang mungkin sedang berjuang mempertahankan pekerjaannya—atau mungkin seseorang yang baru saja mendapatkan kabar paling buruk yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya.

Mungkin Anda melihat salah seorang anggota keluarga Anda yang saat ini sedang bergumul sebagai penguras emosi Anda ketimbang melihatnya sebagai seseorang yang sedang putus asa oleh karena keadaan. Atau, mungkin Anda melihat orang yang memotong jalan Anda di jalan bebas hambatan sebagai musuh Anda ketimbang seseorang yang butuh kasih Tuhan.

Kita semua butuh kasih Allah. Itulah sebabnya Yesus Kristus datang ke dunia ini. Dia datang untuk menyatakan kasih karunia-Nya kepada semua orang. Cara utama yang Dia pakai ialah lewat pengampunan. Demikian pula, Dia mau Anda memberikan kasih karunia kepada orang lain juga dengan mengampuni orang lain.

Kolose 3:13 berkata, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”

Orang-orang sering bertanya pada saya, “Bagaimana caranya saya menemukan kekuatan untuk dapat memaafkan? Saya tidak punya itu dalam diri saya.” Begitu pun dengan saya! Satu-satunya cara saya menemukan kekuatan untuk mengampuni yaitu dengan mengingat betapa Yesus telah mengampuni saya.

Suatu hari Clara Barton, pendiri Palang Merah, diingatkan oleh seorang teman tentang satu hal yang sangat kejam yang pernah dilakukan seseorang terhadap dirinya bertahun-tahun lalu. Barton sepertinya tidak ingat itu, lalu temannya itu bertanya, “Apa kamu tidak ingat?” Jawabannya yang paling tersohor adalah, “Tidak, saya dengan jelas ingat untuk melupakannya.”

Apa yang perlu Anda lupakan?

Apabila Anda menolak untuk mengampuni, Anda tidak akan menikmati wahyu Tuhan selama sisa hidup Anda, karena tidak mau mengampuni berarti Anda masih terjebak di masa lalu.

Ampunilah—lalu lanjutkan hidup Anda. Ini bukan berarti tidak akan ada konsekuensi atas apa yang pernah dilakukan seseorang kepada Anda. Itu artinya adalah Anda melepaskan kemarahan dan sakit hati Anda, kemudian menyerahkannya kepada Tuhan agar Anda dapat melanjutkan hidup dengan menjalankan panggilan hidup Anda yang diberikan Tuhan.

Ketika hal itu kelihatan mustahil buat Anda—ketika Anda merasa tidak bisa bermurah hati terhadap seseorang—ingatlah hal ini: Yesus telah mengampuni Anda. Dengan mengingat kasih karunia yang telah Allah nyatakan kepada Anda akan memberikan Anda kekuatan untuk bermurah hati dan mengampuni orang lain.

Renungkan hal ini:
– Bagaimana mengampuni seseorang membawa dampak bagi orang lain? Bagaimana dampaknya terhadap Anda?
– Bagaimana kebencian dan kepahitan menghalangi Anda untuk memenuhi panggilan Anda?
– Apa sesuatu yang perlu Anda ampuni dan lepaskan agar Anda dapat melanjutkan hidup dengan menjalankan panggilan dari Tuhan dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 6; Ibrani 12:18-29

Ketika Anda mengingat betapa besar pengampunan yang diberikan Tuhan pada Anda, itu memberi Anda kekuatan dan kasih karunia untuk mengampuni orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)