Gemass 1 Agustus 2022

 PENGANTAR BACAAN GEMASS Reguler Minggu ke-29 ( 1 s/d 7 Agustus 2022) Setelah menyelesaikan pembacaan Yehezkiel diharapkan kita memiliki pengalaman yang kuat dan penuh inspirasi. Minggu ini kita akan menyelesaikan Yehezkiel yang diakhiri dengan penglihatan tentang Bait Allah di masa mendatang. Di pasal 40-48 Yehezkiel melihat Bait Allah di taman yang baru yang membawa kehidupan yang baru untuk semua ciptaan. Hal tersebut konsisten dangan tema-tema yang Yehezkiel telah mulai di pasal-pasal lain. Ini memberikan kita optimisme dan pengharapan sesaat sebelum penantian yang panjang untuk kembali dari pembuangan. Ezra-Nehemia aslinya adalah satu kitab dan dimaksudkan untuk diceritakan sebagai satu kesatuan. Mereka menceritakan ulang gelombang pertama kembalinya Israel ke Yerusalem dengan berfokus pada tiga pemimpin. Namun demikian, kitab ini juga merupakan salah satu kitab yang paling diabaikan dalam Perjanjian Lama dan sering disalah mengerti juga. Sebagai satu kesatuan, Kitab Ezra-Nehemia menceritakan kisah yang realistis dari umat Allah yang sangat bersemangat untuk menolong sesama agar melihat dunia dan Tuhan serta memimpin dengan sekuat tenaga agar orang Israel menyembah Tuhan dengan setia di era yang baru. Sayangnya, harapan tersebut tidak tercapai dan kisahnya berakhir lagi dengan pelanggaran Israel atas perjanjian dan ketidakmampuan pemimpin Israel untuk melakukan hal yang paling mendasar dan dibutuhkan yaitu mengubah hati umat. Kisah ini diceritakan sebagai tiga pergerakan yang sejajar, namun minggu ini kita akan berfokus pada dua pembacaan. Ezra 1-6 menceritakan mengenai Zerubabel dan Yosua yang memimpin gelombang pertama kembalinya bangsa Israel dari pembuangan. Pasal 7-10 secara khusus mengungkapkan gerakan pembaruan spiritual yang terjadi namun keduanya berakhir dengan hasil yang tidak memberikan semangat. Minggu depan kita akan membaca bagaimana semua kisah tersebut memuncak dan mendapat tempat dalam sebuah kisah yang lebih besar dan mengapa hal tersebut sangat penting untuk kisah menyeluruh Alkitab. (diterjemahkan ulang secara bebas dari thebibleproject.com )  EMOTICON GEMASS Minggu 28 : πŸ’– Minggu 29 : πŸ™πŸΎ Minggu 30 : πŸ‘ΈπŸ» Minggu 31 : 🦁  BACAAN GEMASS Reguler Minggu ke-29 (Hari ke 197-203) Emoticon : πŸ™πŸΎ Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN β–« H197 ; Senin, 1 Agustus 2022: Yehezkiel 37-39 ; Mazmur 42 β–« H198 ; Selasa, 2 Agustus 2022: Yehezkiel 40-44 ; Mazmur 43 β–« H199 ; Rabu, 3 Agustus 2022: Yehezkiel 45-48 ; Mazmur 44 Bagian 11 : KEMBALI DARI PEMBUANGAN β–« H200 ; Kamis, 4 Agustus 2022: Ezra 1-3 ; Mazmur 45 β–« H201 ; Jumat, 5 Agustus 2022: Ezra 4-7 ; Mazmur 46 β–« H202 ; Sabtu, 6 Agustus 2022: Ezra 8-10 ; Mazmur 47 β–« H203 ; Minggu, 7 Agustus 2022: Nehemia 1-3 ; Mazmur 48 Senin, 1 Agustus 2022 ~~~~~ πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA Tersedia dalam apps GKI Layur http://bit.ly/GKILayurApps ~~~~~ πŸ—“ Hari 197 Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN Bacaan hari ini: Yehezkiel 37-39 Ungkapan doa: Mazmur 42 ~~~~~ ALKITAB SUARA 🎧 GEMASS – Hari 197 https://drive.google.com/folderview?id=1H2rynT2vcQvWAE0B6dZNnk7TosQnFaFi 🌟 Yehezkiel 37:14 (TB) Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.” πŸ’‘ Meski Israel sedang dalam pembuangan, Tuhan akan memulihkan dan membawa mereka kembali serta memperbaharui hati mereka. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. πŸ™ Doa: Tuhan, mampukan aku untuk selalu berharap kepada-Mu karena kebaikan-Mu. ~~~~~ Bacaan besok : Yehezkiel 40-44 Ungkapan doa : Mazmur 43 πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022 Kitab ke 4 –Tahun III Bacaan 1 – 7 Agustus 2022 KITAB AYUB Emoticon: 🌩️ β–« Hari 35; Senin, 1 Agustus 2022: Ayub 32:1-22 – Sumber Hikmat β–« Hari 36; Selasa, 2 Agustus 2022: Ayub 33:1-33 – Pelajaran Melalui Penderitaan β–« Hari 37; Rabu, 3 Agustus 2022: Ayub 34:1-15 – Penasihat yang Tidak Berhikmat β–« Hari 38; Kamis, 4 Agustus 2022: Ayub 34:16-37 – Separuh Kebenaran yang Menyesatkan β–« Hari 39; Jumat, 5 Agustus 2022: Ayub 35:1-16 – Peduli Seperti Allah β–« Hari 40; Sabtu, 6 Agustus 2022: Ayub 36:1-33 – Siapa Berhikmat? β–« Hari 41; Minggu, 7 Agustus 2022: Ayub 37:1-24 – Allah yang Memerhatikan πŸ’  BGA 6: Ayub 37:1-24 Senin, 1 Agustus 2022 ~~~~~ πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022 Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB Bacaan hari ini : Ayub 32:1-22 Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa ~~~~~ SUMBER HIKMAT Dalam dunia ada beberapa orang yang dihormati karena dianggap berhikmat. Apakah orang berpendidikan tinggi, orang berkuasa, dan orang berpengalaman. Ketiga kelompok orang itu belum tentu lebih bijak daripada orang yang tidak berpendidikan tinggi, kaum sahaya, dan anak-anak muda. Hikmat sejati tidak ditentukan oleh status sosial-ekonomi seseorang. Elihu selama ini bungkam karena ia menghormati kaum yang lebih tua, yaitu Ayub dan ketiga temannya. Namun Elihu melihat mereka yang dipandang berhikmat oleh masyarakat tidak mampu menawarkan solusi bagi masalah Ayub. Mereka hanya mempersalahkan Ayub tanpa mampu membuktikan. kesalahannya (12). Mereka berdalih bahwa hanya Allah yang dapat mengalahkan Ayub (13), padahal merekalah yang gagal (15). Bagi Elihu, itu adalah tanda bahwa tidak selalu pengalaman hidup dan usia lanjut menjadi dasar seseorang berhikmat (6-7,9). Sumber hikmat ada pada Allah yang dalam anugerahNya memberikannya kepada orang yang dipilih-Nya (8). Itu sebabnya Elihu memberanikan diri berkata-kata karena ia merasa dirinya yang memiliki hikmat. Elihu tidak dapat sabar lagi terhadap perdebatan tanpa solusi yang terjadi antara Ayub dan para sahabatnya (16,17-20). Hikmat sejati tidak berpihak pada pandangan manusia, melainkan pada kebenaran Allah (21-22). Apakah Elihu memiliki hikmat ilahi untuk menjawab permasalahan Ayub? Masih harus dilihat dan dibuktikan melalui ucapan-ucapannya di pasal-pasal berikut, meski kata-kata hikmat telah terungkap dari bibirnya. Allah adalah sumber hikmat dan Ia yang memberikannya kepada manusia. Sebagai an Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi alat Allah guna menjawab berbagai persoalan hidup. Kita perlu firman-Nya sebagai sumber hikmat bagi kehidupan kita. Renungkan: Pendidikan dan usia bukan faktor terpenting, tetapi penopang sebab hikmat datang dari hubungan akrab seseorang dengan Tuhan. Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub https://www.su-indonesia.org β–Ά Video Pelengkap Bacaan: Tips Menghindari Debat Kusir (Ayub 32) – Petrus Kwik | Bible Every Day ~~~~~ Bacaan besok: Ayub 33:1-33 – Pelajaran Melalui Penderitaan  πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI Tahun C Bacaan 1 – 7 Agustus 2022 Emoticon : πŸ™πŸΎ β–« Senin, 1 Agustus 2022 : Mazmur 127; Pengkhotbah 2:1-17; Kolose 3:18-4:1 β–« Selasa, 2 Agustus 2022 : Mazmur 127; Pengkhotbah 3:16-4:8; Kolose 4:2-6 β–« Rabu, 3 Agustus 2022 : Mazmur 127; Pengkhotbah 12:1-14; Lukas 12:22-31 β–« Kamis, 4 Agustus 2022 : Mazmur 33:12-22; Ayub 21:1-16; Roma 9:1-9 β–« Jumat, 5 Agustus 2022 : Mazmur 33:12-22; Pengkhotbah 6:1-6; Kisah Para Rasul 7:1-8 β–« Sabtu, 6 Agustus 2022 : Mazmur 33:12-22; Kejadian 11:27-32; Matius 6:19-24 β–« Minggu, 7 Agustus 2022, Minggu Biasa-8 : Kejadian 15:1-6; Mazmur 33:12-22; Ibrani 11:1-3, 8-16; Lukas 12:32-40 πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI Tahun C Minggu Biasa-7 Senin, 1 Agustus 2022 ~~~~~ PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG HARTA MILIK ~~~~~ Bacaan hari ini: Mazmur 127 Pengkhotbah 2:1-17 Kolose 3:18-4:1 Tersedia dalam apps GKI Layur Https://bit.ly/GKILayurApps ~~~~~ Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 31 Juli 2022. Mazmur 127 Mazmur ini berisikan perkataan hikmat Salomo yang kembali mengingatkan bahwa usaha tanpa disertai oleh Tuhan adalah hal yang sia-sia. Pesan dari perkataan ini juga bisa dihubungkan dengan 1 Korintus 3:6-7, bahwa yang penting adalah Allah yang memberi pertumbuhan. Manusia kadang mudah menjadi sombong saat mengejar sesuatu, kita menjadi sombong dan merasa diri lebih hebat dari pada yang lain saat kita berhasil. Bahkan tidak jarang kita menyingkirkan Tuhan saat kita berhasil, karena kita merasa itu adalah hasil dari usaha saya sendiri. Saya yang hebat bukan Tuhan. Namun hari ini Salomo mengingatkan kita, bahwa semua tanpa Tuhan adalah sia-sia. Semua ini dikatakan Salomo karena dia juga seorang raja yang punya semuanya, namun di dalam semua keberhasilannya, Salomo akhirnya menemukan bahwa semua yang dicapai dan dimilikinya ternyata adalah sia-sia jika bukan karena Tuhan sang Sumber Hikmat itu ada bersamanya. 🎢 Mazmur 127 https://www.juswantori.com/Mazmur/127/ Pengkhotbah 2:1-17 β€œDi bawah matahari, segala sesuatu adalah Kesia-siaan dan usaha menjaring angin, orang berhikmat akan mati juga seperti orang bodoh.” Begitulah perkataan Pengkhotbah yang jika dibaca sepenggal-sepenggal mungkin dapat membingungkan. Namun di dalam perkataan-perkataan tersebut, ada sebuah pesan yang ingin Pengkhotbah sampaikan, yaitu bahwa semua hal yang ada di dunia ini, bahkan hikmat sekalipun adalah sesuatu yang tidak berharga, jika kita tidak mencari dan menemukan Tuhan di hidup kita. Semua hal di kolong langit ini akan binasa, tidak ada yang selamanya, dan di dalam perjalanan hidupnya Pengkhotbah menyadari hal ini. Bahkan hikmat manusia sehebat apapun tidaklah berguna karena hanya sementara dan terbatas, jika dibandingkan dengan hikmat yang dari Allah. Jadi tidak ada alasan untuk membanggakan diri lebih dari orang lain, karena hanya di dalam Allah sajalah hidup kita yang singkat ini dapat menjadi berarti. Kolose 3:18-4:1 Seringkali di dalam pekerjaan atau di dalam keluarga, kita bisa menjadi orang yang suka-suka saya. Yang penting saya senang, yang penting pekerjaan saya selesai, yang lainnya tidak jadi masalah buat saya. Segalanya tentang saya. Pemikiran seperti inilah yang bisa membuat kita melupakan identitas kita, yaitu orang-orang yang sudah ditebus dosanya oleh Tuhan. Sebagai orang yang sudah ditebus oleh darah Kristus, diri kita bukanlah milik kita lagi, melainkan milik Kristus yang sudah membayar lunas diri kita dari kuasa maut. Di dalam diri inilah Kristus memakai kita untuk menjadi gambaran Allah di dalam dunia, namun kenyataannya kita sering lupa bahwa diri kita ini adalah cerminan Allah. Inilah salah satu pesan yang mau Paulus sampaikan kepada jemaat Kolose, bahwa sebagai manusia baru yang sudah ditebus, pusat dan tujuan hidup kita bukan lagi diri kita sendiri melainkan Kristus. Untuk itu apapun yang kita perbuat perbuatlah itu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Jangan menjadi orang yang egois di dalam setiap aspek kehidupan kita, melainkan lakukanlah yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan, sehingga orang lain dapat melihat gambaran Kristus di dalam hidup kita dan sehingga kasih Kristus pun dirasakan oleh semua orang. Renungan pelengkap: https://www.ykb-wasiat.org/wasiat ~~~~~ Bacaan besok: Mazmur 127 Pengkhotbah 3:16-4:8 Kolose 4:2-6